Karyawannya Mogok Karena Keberatan Aturan Pajak, Ini Jawaban Bluescope

Ratusan buruh melakukan aksi mpgok kerja di depan pabrik PT. NS Bluescope Indonesia, Kawasan industri Kiec, Cilegon, Senin (5/2). Mereka melempar pesawat kertas sebagai bentuk simbolis dalam penyampaian tuntutan terutama terkait kebijakan pajak penghasilan ditanggung karyawan yang merugikan mereka sendiri. FOTO: RONALD SIAGIAN.

CILEGON, BANPOS – Aksi mogok kerja dan unjukrasa yang dilakukan buruh PT. Nippon Sokubai Bluescope Indonesia di pabrik tempat mereka bekerja mendapat tanggapan dari manajemen perusahaan.

Vice President Corporate & External Affairs Bluescope, Rhea Sinanipar mengklaim kebijakan terkait pengalihan pajak penghasilan (pph) yang sebelumnya ditanggung perusahaan dan diubah menjadi ditanggung karyawan, sudah melalui regulasi dan aturan yang berlaku. Menurutnya, pascakebijakan tersebut diterapkan, memungkinkan nilai dari penghasilan yang diterima (take home pay) karyawan menjadi berbeda.

“Mungkin saya memberikan statement singkat saja, memang untuk saat ini segala kebijakan atau policy daripada remunerasi karyawan tidak hanya karyawan pabrik tapi juga karyawan seluruh PT Bluescope Indonesia itu memang sudah diatur dan sesuai peraturan yang diterapkan oleh pemerintah. Mungkin terkait dengan cara perhitungan remunerasi memang ada perbedaan, tetapi perbedaan perhitungan ini tidak ‎diberlakukan oleh Bluescope tanpa melihat kepada aturan-aturan pemerintah yang berlaku,” paparnya ketika dikonfirmasi, Senin (5/2).

Disinggung kebijakan tersebut dituding karyawan sebagai upaya perusahaan untuk menghindari nilai pajak besar, Rhea membantah hal tersebut. Pihaknya mengatakan pengenaan pajak ditanggung karyawan sudah sesuai peraturan perpajakan yang berlaku.

“Tentu saja tidak benar PT Bluescope itu selalu mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku di Indonesia, kami sebagai perusahaan ‎yang bergerak di Indonesia tentunya tidak akan menetapkan sesuatu kebijakan yang bertentangan dengan peraturan yang berlaku, termasuk soal pajak,” ujarnya.

Saat ini Bluescope tengah mengupayakan untuk mencari solusi terkait tuntutan yang disampaikan para karyawan.

“Saat ini memang yang kami fokuskan tentunya adalah mencari jalan keluar termasuk melibatkan pihak ketiga. Tentunya proses ini masih berlangsung, tentunya karena proses ini melibatkan pihak ketiga tentunya kami membutuhkan waktu. Jadi, untuk saat ini belum ada hasil daripada review yang dilakukan itu,” tandasnya.

Sementara terkait tuntutan pekerja yang meminta perusahaan mengembalikan kebijakan perpajakan seperti semula, hal itu belum disanggupinya. Pihaknya meminta agar karyawan bersabar dan dapat menunggu hasil dari pihak ketiga.

“Kita, perusahaan tidak ada rencana untuk merugikan karyawan tapi ini lebih kepada cara perhitungan remunirasi. Oleh karena itu sebaiknya kita tunggu review dari pihak ketiga. Saat ini kami sedang melakukan perundingan dengan pihak ketiga untuk mendapatkan kejelasan, saya harap karyawan bisa bersabar untuk mengikuti prosesnya,” urainya.(NAL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: