Nelayan Pontang Tewas Setelah Hilang Dua Hari

Tim SAR Gabungan mengevakuasi warga yang menjadi korban kecelakaan laut, dengan menggunakan perahu di Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Minggu (4/2/2018).//FOTO: Dziki Oktomaulidi

SERANG, BANPOS – Seorang nelayan asal Kampung Pekapuran Sawah, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang ditemukan tewas mengambang di perairan sekitar Pulau Burung, MInggu (4/2/2018). Korban yang bernama Tono Supriyanto (20), ditemukan tim SAR gabungan setelah jatuh dari perahu tempat dia mencari ikan, Sabtu (2/2/2018) lalu.

Korban pada Jumat, (2/2/2018) pukul 16.00 WIB, berangkat dari Pelabuhan Karangantu menggunanakn perahu KM Sri Mulya untuk mencari ikan dengan tiga ABK lainnya yakni Casmari (50), Solendo (13), dan Paul (35). Setelah semalaman mencari ikan, esoknya, Sabtu (3/2/2018) sekitar pukul 11.00, korban terjatuh ke laut di sekitaran Pulau Burung, Karangantu, Kabupaten Serang ketika dalam perjalanan pulang.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sub Seksi Operasi Basarnas Banten Heru. “Betul. Pukul 13.15 WIB Kantor SAR Banten bergerak menuju lokasi kejadian untuk melaksanakan operasi SAR,” kata Heru melalui rilisnya.

Kondisi saat itu arah dan kecepatan angin 23-32 derajat/Knot. Arah dan kecepatan arus laut 60-95 derajat/knot. Pencarian juga dibantu oleh Koramil Pontang, Polair Banten, Pos SAR Karangantu, Syahbandar Banten, UPP Karanghantu, Lanal Banten Pos Karangantu dan masyarakat setempat.

Setelah dua hari melakukan pencarian, akhirnya tim SAR gabungan itu menemukan jasad Tono dalam keadaan tewas di sekitar perairan Pulau Burung, sekitar setengah mil dari lokasi posisi jatuhnya korban. Proses evakuasi jenazah sempat menyita perhatian warga yang berada di Karangantu. Kondisi tubuh korban belum mengalami pembengkakan. Sementara bagian wajah korban terlihat menggembung.

“Anggota di lapangan sudah ketemukan korban, Minggu (4/2/2018) sekira pukul 09.35 WIB. Ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kepala Basarnas Banten Zaenal Arifin, Minggu (4/2/2018).

Sunarya anggota TNI AL yang ikut melakukan pencarian mengatakan, pihak keluarga menolak jenazah Tono untuk diotopsi, dengan alasan tidak akan menemukan kejanggalan, saat kejadian.

“Tidak mau diotopsi karena saat kejadian itu di kapal semuanya keluarga, Nahkodanya pun adalah bapaknya jenazahnya sudah dibawa langsung ke rumah duka untuk dimakamkan, Keluarganya juga ikut mencari,” paparnya.(CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: