Selama Desember Lalu, Tingkat Hunian Hotel Berbintang di Banten Naik

SERANG, BANPOS – Tingkat Penghuni Kamar (TPK) hotel berbintang Banten pada Desember 2017 mencapai 57,65 persen atau naik 6,32 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu 51,33 persen. Dibanding bulan yang sama tahun lalu, TPK Desember 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 7,12 poin dari sebelumnya yaitu sebesar 50,53 persen menjadi 57,65 persen.

Kenaikan TPK tahunan ini disebabkan oleh naiknya TPK pada semua hotel berbintang kecuali hotel bintang satu dan bintang tiga yang justru turun, masing-masing sebesar 19,55 poin dan 1,35 poin.

“Perkembangan TPK selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi yang masih berfluktuatif dan mengalami peningkatan pada Desember 2017. Kenaikan TPK Desember 2017 diduga disebabkan adanya peningkatan kegiatan MICE menjelang akhir tahun. Selain itu, masih dimungkinkan juga penyebab lain yang berkaitan dengan kenaikan TPK Desember 2017. Lebih lanjut, memasuki awal tahun 2018 TPK satu bulan ke depan diprediksi akan sedikit mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan telah berakhirnya libur sekolah dan akhir tahun 2017,” ungkap Jahi Ibrohim selaku Kabid Statistik Distribusi BPS provinsi Banten, Jumat (2/2/2018).

Rata-rata lama menginap tamu (RLMT) gabungan (asing dan Indonesia) pada hotel berbintang di Banten selama Desember 2017 tercatat sebesar 1,26 hari atau turun 0,17 poin dibanding bulan sebelumnya yaitu 1,43 hari.

Dilihat dari asal tamu hotel, penurunan ini utamanya disebabkan oleh RLMT Indonesia yang turun sebesar 0,20 poin, sementar RMLT asing justru mengalami kenaikan sebesar 0,10 poin. Dirinci lebih lanjut menurut klasifikasi hotel, turunnya RLMT gabungan pada hotel berbintang disebabkan oleh turunnya RLMT gabungan semua hotel bintang kecuali hotel bintang empat dan bintang lima. Hotel bintang empat tidak mengalami kenaikan atau penurunan yaitu 0.00 poin. Hotel bintang lima yang justru mengalami kenaikan sebesar 0,37 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Dibanding dengan bulan yang sama tahun lalu, RLMT gabungan turun 0,07 poin, dari sebelumnya mencapai 1,33 hari menjadi 1,26 hari. Dirinci menurut asal tamu, penurunan ini disebabkan oleh RLMT Indonesia dan RLMT asing yang masing-masing turun 0,08 poin dan 0,21 poin. Pada RLMT Indonesia, penurunan terjadi akibat turunnya RLMT pada semua hotel bintang kecuali bintang empat naik sebesar 0,04 poin. Pada RLMT Asing, penurunan terjadi akibat turunnya RLMT pada semua hotel bintang kecuali bintang dua dan bintang lima yang masing-masing justru naik sebesar 0,31 poin dan 2,15 poin. Lebih lanjut berdasarkan klasifikasi hotel, turunnya RLMT gabungan utamanya ternyata juga berasal dari turunnya RLMT pada semua hotel bintang kecuali bintang empat dan bintang lima yakni masing-masing naik sebesar 0,02 poin dan 0,04 poin,” paparnya.

Perkembangan RLMT gabungan hotel berbintang selama setahun terakhir memperlihatkan kondisi masih yang fluktuatif, mengalami penurunan 0,17 poin pada Desember 2017. Lebih lanjut, sejalan dengan TPK yang diprediksi mengalami penurunan, RLMT satu bulan ke depan diperkirakan juga mengalami sedikit penurunan dengan alasan yang sama atas prediksi penurunan TPK Januari 2018.(CR-02)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: