Revitalisasi Banten Lama Sudah Mulai Dilelang

SERANG, BANPOS – Penataan revitalisasi kawasan cagar budaya dan wisata religi Banten Lama akan seperti Candi Borobudur. Wisatawan bisa menikmati setiap sudut kawasan tersebut, lengkap dengan kios-kios yang menjual berbagai jenis makanan hingga cinderamata khas Banten sebagai buah tangan.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy yang mengungkapakan bahwa Pemprov Banten telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 4,3 miliar guna melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan kios.

“Alurnya ada, sehingga cagar budaya tetap bagus, tidak rusak, tapi pengunjung juga melewati kios-kios,” ujar Andika Hazrumy.

Lebih lanjut dirinya mengatakan saat ini proses revitalisasi ikon Provinsi Banten tersebut telah memasuki tahap lelang yang akan difokuskan pada wilayah inti Masjid Agung dan Keraton Surosowan.

“Saat ini melalui Perkim (Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, red) untuk revitalisasi Banten Lama, fokus pada wilayah Masjid Agung dan Surosowan, sudah masuk ke tahap lelang,” lanjutnya

Sebagai ketua koordinator revitalisasi Banten Lama, Andika menargetkan proses lelang akan selesai pada bulan April mendatang, dimana Detail Engineering Design (DED) sebelumnya telah selesai. “DED nya kan sudah selesai, sudah tidak ada perubahan,” tegasnya.

Pria yang akrab disapa Aa tersebut mengatakan dalam proses revitalisasi Pemprov Banten pun melibatkan tim konsultan yang disebut-sebut digawangi oleh Walikota Bandung Ridwan Kamil. Tim konsultan yang disebut bernama Urban tersebut menurut Andika sudah memberikan sejumlah saran kepada pemerintah. Salah satunya yaitu terkait alur cagar budaya.

“Jadi alurnya seperti apa agar PKL (pedagang kaki lima) juga tidak dirugikan, tapi kita juga punya masjid agung dan cagar budaya yang bersih,” katanya.

Andika lanjut mengungkapkan, pekerjaan pembangunan revitalisasi Banten Lama sebelumnya menjadi kewenangan Pemkot Serang. Pengambil-alihan dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selaku pihak yang berwenang terkait dengan revitalisasi cagar budaya.

Dengan adanya pengambil-alihan tersebut, Pemprov Banten pun akan mengalokasikan anggaran total sampai Rp 220 miliar, yang akan dikerjakan secara multiyears selama 3 tahun ke depan. Penganggaran akan dilakukan mulai pada APBD tahun 2018 sebanyak Rp 100 miliar.(DIK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: