Kampus Swasta di Banten Sulit Tingkatkan Kualitas Pendidikan

SERANG, BANPOS – Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (BPPTSI), menilai perguruan tinggi swasta di Banten kesulitan untuk meningkatkan akreditasinya. Ada dua faktor penyebabnya, pertama karena kurangnya dana penelitian yang disediakan pihak kampus dan kedua adalah dosen yang lebih senang mengajar dari pada melakukan penelitian.

“Ini adalah faktor yang menyebabkan kampus swasta di Banten menjadi semakin ketinggalan dalam hal peningkatan kualitas pendidikan,” ungkap ketua BPPTSI Thomas Suyatno, Jumat (2/2/2018)

Lanjut Thomas, seharusnya pihak kampus bisa menyediakan anggaran penelitian jurnal setidaknya hingga mencapai 15 persen dari kebutuhan operasional kampus.

“Supaya dosen lebih senang melakukan penelitian selama tiga bulan, dari pada hanya mengajar saja,” jelasnya.

Seperti diketahui, kata Thomas, dalam penelitian bisa menghabiskan anggaran mencapai Rp 10 juta dan itu untuk tingkat Internasional. Sedangkan tingkat Nasional, sambungnya, hanya menghabiskan anggaran sebesar 6 juta untuk satu artikel.

“Tapi hingga kini kampus swasta di Banten belum bisa melakukan hal itu, karena memang keterbatasan anggaran,” ungkapnya.(CR-01)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: