Terganjal Aturan, 5 Tahun Paud Ini Belajar di Majelis Taklim

Kegiatan belajaar mengajar di PAUD Aeni Pelangi di Desa Gunungkendeng Kecamatan Gunugnkencana, Kabupaten Lebak yang dilakukan di sebuah bangunan majelis taklim.

GUNUNGKANCANA, BANPOS – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Aena Pelangi sudah lima tahun beroperasi di Kampung Cisadang, Desa Gunungkendeng Kecamatan Gunungkancana. Namun, karena terbentur peraturan, hingga saat ini lembaga pendidikan nonformal itu masih melaksanakan kegiatan belajar mengajar di majelis taklim.

Kepala Sekolah Paud Aena Pelangi, Acih Suarsih menuturkan, sedianya melalui Musrenbangdes di desa tersebut, baru-baru ini Paud akan segera dibangun denganm enggunakan dana desa. Namun, hal itu kemudian terganjal aturan yang menyebutkan Paud yang akan dibangun oleh desa adalah Paud yang dikelola oleh desa itu sendiri.

“Saya kecewa tadinya Paud ini mau dibangun oleh pemerintah desa, tetapi setelah adanya peraturan itu Paud tidak jadi dibangun, mudah mudahan ada donatur lain,” ungkap Acih, Rabu (24/1/2018).

Dijelaskan Acih, saat ini Paudnya telah memiliki pendidikan filial atau kelas jauh yang lokasinya di Kampung Bunihiem dan lagi-lagi proses belajar mengajarnya menumpang di rumah warga.

“Iya, itu juga menumpang di rumah warga tapi induknya di Kampung Cisadang menumpang di majelis taklim,” lanjutnya.
Untuk pendidikan di Kampung Bunihieum sudah ada warga yang menghibahkan lahanya untuk lokasi Gedung Paud. Karenanya diharapkan ada pihak yang mau membantu dana untuk pembanguan gedung Paud.

Sementara itu, salah satu rekannya yang juga pemilik Paud mengatakan dikwatirkan mengenai bantuan Paud oleh desa hanya salah persepsi saja, sebab seharusnya Paud desa itu Paud yang ada desa itu sendiri.

“Kan Paud kita juga waktu mengajukan ijin yang pertama desa yang mengeluarkan ijin, jadi jika ada Paud di desa bersangkutan harus dibantu meskipun itu Paud milik yayasan atau pribadi,” ujarnya.(WDO)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: