Tangerang Economic Forum: Investasi Aman, Investor Nyaman

Oleh: Airin Rachmi Diany/Walikota Tangerang Selatan

KENYAMANAN merupakan dambaan para pelaku usaha. Tak terkecuali di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Sebagai kota yang mengandalkan kawasan hunian, perdagangan dan jasa, Pemkot Tangsel terus berinovasi memfasilitasi segala aspek kemudahan investasi.

Upaya yang dilakukan Pemkota Tangerang mulai dari fasilitas transportasi, perizinan, regulasi, peningkatan sumber daya manusia, bonus demografi dan banyak aspek lainnya. Dalam hal transportasi misalnya, mulai menjajaki penerapan Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rail Transit (LRT) dengan DKI Jakarta yang akan melintasi kawasan Tangsel.

Kota Tangsel sebagai kota penyangga Ibukota Jakarta, tentu memiliki kompleksitas masalah tersendiri, terutama transportasi. Mengapa demikian? Karena warga yang bekerja di Jakarta banyak tinggal di Kota Tangsel, sehingga saat pagi dan sore hari jalanan menjadi padat. Itulah mengapa Pemkot mendorong MRT dan LRT bisa tersambung ke wilayah Tangsel agar menjadi daya tarik orang tinggal di Kota Tangsel.

Sedangkan cara mengatasi kemacetan, kini hadir lima Stasiun Comuter Line penghubung Jakarta. Masyarakat sangat dimudahkan melalui jasa tranpostasi ini. Waktu cepat pelayanan nyaman. Terlebih sebentar lagi pembangunan Terminal Pondok Cabe akan dioperasikan. Ini menambah komitmen Pemkot Tangsel dalam melayani masyarakat dalam bidang transportasi.

Maka dari itu, jika pertumbuhan ekonomi terus berjalan sepanjang iklim investasi terus tumbuh, keamanan dan perizinan serta aturan kita jaga, pasti masyarakat akan nyaman di tinggal di Tangsel. Dan Pemkot Tangsel tidak khawatir adanya penurunan pendapatan asli daerah (PAD) karena banyak potensi yang bisa digali jika para investor nyaman berinvestasi di Kota Tangsel.

Di tahun ini, arahnya kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil dipecah guna mendongkrak pendapatan. Misalnya bidang aset, bisa kelola aset yang belum termaksimalkan, melalui izin pemanfaatan dan lainnya, itu bisa untuk menambah PAD. Begitu juga dengan membuat formula agar sumber pendapatan daerah tidak bertumpu pada PBB dan BPHTB saja, tetapi kepada yang lain-lainnya.

Berkaitan dengan bonus demografi, saat ini jumlah penduduk di Tangsel 1,4 juta jiwa. Diprediksi pada tahun 2030 akan mencapai 3 juta jiwa dengan struktur usia, sebanyak 67 persen berusia produktif antara 15 tahun hingga 60 tahun, sisanya anak dan balita. Sementara luas wilayah Kota Tangsel hanya 7 kecamatan. Bisa dibayangkan ke depan Tangsel seperti apa.

Guna mempersiapkan ke depan masyarakat produktif, Pemkot Tangsel memberikan banyak fasilitas berupa peningkatan Sumber Daya Manusia tingkat usaha kecil menengah dan infustri kecil menengah. Pelaku UKM dan IKM diberikan pelatihan supaya mereka bisa mandiri.

Sekarang semua berkompetisi dalam menghadapi dunia semakin maju. Mari berkreasi dan berinovasi. Kami mengajak generasi muda Tangsel lebih inovatif lagi. Di satu sisi, Tangsel menjadi kota tujuan bagi pendatang setiap tahunnya. Jadi untuk bisa bersaing maka harus survive. Selamat bekerja.(*/tim/sn/bp/tp)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: