Tertangkap, Ini Motif Pelaku Teror Bom Polsek Tanara

PELAKU TEROR DIBEKUK- Kapolres Serang, AKBP Wibowo beserta jajarannya melakukan pengungkapan kasus teror bom Polsek Tanara melalui pesan singkat di Mapolres Serang, Selasa (23/1) / DZIKI OKTOMAULIYADI / BANTEN POS

SERANG, BANPOS – Kurang dari waktu 15 jam, tim gabungan Reserse Polres Serang dan Polda Banten berhasil meringkus pelaku teror bom yang sempat mengirim pesan singkat kepada personel Polsek Tanara, Senin (23/1) pagi, bernisial S.

Setelah mengetahui keberadaan pelaku, Tim Satgas langsung bergerak ke daerah Lampung dan berhasil menangkap pelaku di rumah kontrakannya di Desa Berandung, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Senin (23/1 ) pukul 22.45 wib.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Serang, AKBP Wibowo saat jumpa pers di Aula 2 Mapolres Serang, Selasa (23/1). “Iya benar, saat ini kita telah berhasil menangkap pelaku teror bom yang sempat mengancam melalui pesan singkat yang dikirim ke salah satu personel Polsek Tanara,” ujar Kapolres Serang.

Kapolres Serang menambahkan, merupakan warga Kampung Karang Keletak, Desa Sampar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang. Penangkapan tersangka juga melibatkan personel dari Satgas Reskrim, Intel Polda Banten dan jajaran Polda Lampung.

“Dari tangan tersangka, kita mengamankan satu buah handphone berserta kartu chip-nya sebagai barang bukti tindakan teror. Adapun motif pelaku dari hasil pemeriksaan saat ini, adalah karena pelaku merasa dendam pernah ditahan di Mapolsek Tanara dalam kasus penggelapan motor,” ungkap Kapolres Serang.

Dalam kasus penggelapan motor tersebut, kata Kapolres, ditangani pada tahun 2015. Kasus penggelapan ini berlanjut hingga ke meja hijau dan pelaku (S) diganjar kurungan selama 6 bulan penjara.

“Secara kebetulan, pelaku (S) ini masih menyimpan nomer handphone penyidik yang menangani kasus penggelapan itu dan secara iseng mengirimkan pesan ancaman,” terang Kapolres

Seperti diberitakan sebelumnya, Markas Polsek Tanara, Resor Serang, Senin (22/1) siang, diancam bom oleh warga yang belum diketahui identitasnya. Ancaman tersebut disampaikan melalui pesan singkat yang diterima salah seorang anggota.
Mendapatkan laporan tersebut, Polres Serang menurunkan personel ke Polsek Tanara dan satu tim penjinak bom dari Brimob Polda Banten. Saat dilakukan penyisiran di lokasi, tidak ditemukan benda mencurigakan.

Sementara Tim Satgas Anti Teror yang dipimpin AKP Gogo Galesung langsung bergerak melakukan pelacakan terhadap pelaku.

“Dalam kasus ini, pelaku akan dijerat Pasal 45 ayat (4)/Jo Pasal 27 ayat (4) UU No 11/2008 tentang ITE dengan ancaman 6 tahun penjara,’’ kata Kapolres. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: