ASTRA Tol Tamer Dukung Razia Overload

Seorang petugas Kemenhub RI tengah memberikan tanda terhadap kendaraan yang terjaring operasi Overload di rest area KM 68, arah Jakarta, Kota Serang, Selasa (23/1/2018). (ISTIMEWA)

SERANG , BANPOS – ASTRA Infra Toll Road Tangerang-Merak (ASTRA Tol Tamer) mendukung Kemenhub RI dengan menggelar kegiatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap kendaraan angkutan barang dengan muatan berlebih atau overload atau biasa disebut dengan Uji Petik. Kegiatan tersebut dilaksanakan di  Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) Tol Tangerang-Merak di KM 68 arah Merak pada 22 Januari dan  TIP KM 68 arah Jakarta, pada 23-24 Januari 2018.

Sebagai legal enforcement dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 134 Tahun 2015 Tentang Penyelenggaraan Penimbangan Kendaraan Bermotor. Kemenhub RI berinisiasi menyelenggarakan kegiatan ini dengan menggandeng ASTRA Tol Tamer bersama Korlantas Polri dan Kepolisian Militer dengan membentuk tim gabungan dan aparat penegakan hukum yaitu Hakim dan Jaksa yang akan menyidang langsung setiap pelanggaran yang terjadi.

Pada pelaksanaannya, tim gabungan akan menggunakan alat timbang portable untuk menimbang kendaraan. Jika terbukti memiliki muatan berlebih, para pelanggar nantinya akan dikenakan sanksi tilang. Sementara, bagi pengemudi yang tidak bisa menunjukan Buku Uji (KIR), akan langsung ditilang oleh pihak kepolisian.

Seorang pengendara tengah menjalani sidang tilang di tempat usai terkena Operasi Penegakan Hukum oleh petugas Kemenhub RI, di rest area KM 68 arah Jakarta,Kota Serang, Selasa (23/1/2018). (ISTIMEWA)

Tujuan dari operasi ini  untuk meningkatkan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta ketertiban pada angkutan barang yang biasa melakukan pelanggaran muatan berlebih. Selain itu sebagai salah satu upaya untuk menekan tingkat kerusakan jalan serta kecelakaan di jalan tol yang diakibatkan kendaraan overload.

“Pada umumnya, kendaraan overload memiliki kecepatan rendah dan tentunya berpotensi negatif bagi keselamatan berkendara seperti tabrak belakang selain itu kendaraan overload dengan beban yang begitu berat cenderung berjalan  pelan sehingga mengakibatkan beban yang ditangggung bertumpu ke jalan, akibatnya jalan tidak sesuai umurnya dan cepat rusak,” kata Direktur Teknik dan Operasi PT Marga Mandalasakti Sunarto Satrowiyoto seperti yang dikutip dari pers rilisnya yang diterima BANPOS, kemarin.

Sebagai wujud upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna jalan dan penertiban terhadap kendaraan bermuatan lebih di Tol Tangerang-Merak. Sejak tahun 2013 ASTRA Tol Tamer selaku perusahaan pengusahaan jalan Tol Tangerang-Merak sudah memiliki Weigh in Motion (WIM) yaitu alat/sistem timbangan yang menyatu pada perkerasan jalan untuk mengukur beban kendaraan yang melintas di atas timbangan tersebut. (AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: