Truk Overload Bakal Didenda Jutaan Rupiah

truk overload, kemenhub, pelindo II

Sejumlah truk tampak antre ketika akan masuk ke Pelindo II Banten. Truk overload akan dikenakan denda hingga jutaan rupiah. (RONALD SIAGIAN / BANTEN POS)

BANPOS – Kemenhub tidak lagi mentolerir kendaraan yang membawa kelebihan muatan di jalan raya. Kemenhub akan merevisi sanksi bagi kendaraan over load dari Rp 500 ribu menjadi minimal Rp 1 sampai 2 juta.

Hal itu ditegaskan Menhub Budi Karya Sumadi usai meninjau implementasi jembatan timbang portable di ruas tol Jakarta-Cikampek.

Menhub berharap, dengan kenaikan sanksi denda, perusahaan pemilik kendaraan mampu menaati aturan. Sebab, selama ini pemilik barang tidak jera dengan sanksi tilang sebesar Rp 500 ribu yang tertuang dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami tidak ingin uang mereka, kami hanya berharap mereka menaati aturan,” ujar Budi.

Menurutnya, revisi sanksi itu bakal segera diserahkan ke DPR dalam waktu dekat ini.

“Untuk target, tentu secepatnya akan selesai,” terang Budi.

Untuk menunjang aturan itu, Kemenhub mulai menerapkan jembatan timbang portable di sejumlah ruas jalan tol, salah satunya di kilometer 18 jalur Jakarta menuju Cikampek. Dari hasil pemeriksaan acak terhadap lima truk yang melintas, semuanya melanggar aturan kelebihan muatan.

“Bahkan, ada di jalur Parung setiap harinya truk yang kelebihan muatan bisa mencapai 350 truk,” ungkap Budi.

Eks Direktur Angkasa Pura II itu juga mengatakan, truk-truk kelebihan muatan itu mengancam keselamatan lalu lintas. Menurutnya, sebagian besar kecelakaan lalu lintas disebabkan kendaraan berat.

“Kami juga akan batasi ken­daraan besar atau truk itu dari pukul 6.00-9.00 pagi. Praktik pembatasan seperti ini lazim diberlakukan di luar negeri, jadi jangan dijadikan alasan (oleh operator truk, red) bisa terlambat (pengiriman barang, red),” pungkas Budi.(EKY/RMOL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: