Pelindo dan PCM Berebut jadi Operator Pelabuhan Warnasari

CILEGON, BANPOS – Saat ini, izin dimulainya pembangunan Pelabuhan Warnasari masih dalam proses di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kemenhub. Meski demikian, posisi sebagai operator pelabuhan milik daerah itu sudah menjadi rebutan. Dua perusahaan, yakni Pelindo II Banten dan PT Pelabuhan Cilegon Madiri (PCM) selaku Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Warnasari, sama-sama mengklaim layak sebagai operator pelabuhan.

General Manager PT Pelindo II Banten Armen Amir menyatakan, jika pihaknya berkeinginan untuk bisa dipercaya sebagai operator di Pelabuhan Warnasari. Sebab, sektor tersebut merupakan bisnis utama Pelindo II.

“Operator pelabuhan itu, bisnis utamanya PT Pelindo. Jadi wajar kami menginginkan posisi itu di Pelabuhan Warnasari,” kata Armen kepada BANPOS, Minggu (21/1/2017).

Menurutnya, mega proyek pembangunan Pelabuhan Warnasari merupakan peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Bahkan, rencana kerjasama dan investasi Pelindo II di Pelabuhan Warnasari sudah masuk dalam program kerja 2017-2022.

“Pelabuhaan Warnasari ini sangat menguntungkan dan sangat menjanjikan. Karena, potensinya sangat menggiurkan. Potensinya pun sangat luar biasa. Karena di sana ada Lotte yang akan digunakan sebagai jasa pelabuhan, ada curah basah dan kering,” ujar Armen.

Dalam Undang-Undang Pelayaran dan Kepelabuhan, masih kata Armen, Pelindo II bukanlah pihak yang memiliki kewenangan untuk selalu menjadi operator. Siapa pun bisa menjadi operator, selama memenuhi persyaratan.

“Kalau izinnya sudah cukup, sudah bisa mengajukan Badan Usaha Pelabuhan (BUP). Maka perusahaan itu bisa jadi operator. Tidak harus Pelindo,” tukas Armen.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum PT PCM, Arief Rivai Madawi menyampaikan, jika keinginan Pelindo untuk menjadi operator Pelabuhan Warnasari harus benar-benar dikaji dan dibicarakan dengan berbagai pihak, khususnya dengan Pemkot Cilegon selaku pemegang saham mayoritas.

“Itu harus dibicarakan lagi secara teknis,” terang Arief.

Meski demikian, pihaknya tetap akan menampung semua masukan dan aspirasi. Apapun hasil keputusannya nanti, sambung Arief, yang penting saling menguntungkan semua pihak.

“Operator itu kan bersama-sama dalam praktiknya. Tinggal bagi tugas dan kewajiban saja. Nanti dalam waktu dekat lah akan kami undang PT Pelindo,” pungkas Arief.(EUA/EKY)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: