21.836 Botol Miras Siap Edar, Diamankan Polresta Serang

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin, saat melakukan pengecekan penemuan minuman keras (miras) tidak berizin di salah satu gudang dekat pasar Rau, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Sabtu (30/12/2017) dini hari / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Guna ciptakan kondisi wilayah yang aman jelang pergantian tahun, Polresta Serang berhasil menggerebek gudang penjualan minuman keras (miras) dengan berbagai merek, di dua tempat yang berbeda di Kota Serang, Sabtu (30/12/2017) dini hari.

Lokasi pertama berada di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, dengan jumlah penyitaan miras sebanyak 11.983 botol. Dilokasi kedua yang berada dekat Pasar Rau, , Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, berhasil disita sebanyak 6.744 botol.

Kapolres Serang Kota, AKBP Komarudin dalam keterangannya mengatakan, bahwa temuan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan jajaran kepolisian wilayah hukum Kota Serang.

“Temuan miras ini, sudah barang tentu dalam penyebarannya menyalahi aturan di wilayah Kota Serang, karena jelas tidak ada perizinan-nya,” ujar Komarudin kepada sejumlah awak yang hadir saat peliputan.

Komarudin menjelaskan, adapun jumlah keseluruhan penyitaan miras selama Operasi Cipta Kondisi 2017, sebanyak 21.836 botol berjenis, bir, anggur dan ciu.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah dalam rangka mengantisipasi dan operasi cipta kondisi malam pergantian tahun, agar tidak terjadi perilaku hiphoria masyarakat yang berlebihan, salah satunya menggunakan miras. Tentunya kegiatan ini tidak berhenti sampai disini, kita akan terus melakukan penertiban-penertiban, khususnya di wilayah Kota Serang,” ungkap Komarudin.

Komarudin menambahkan, bahwa dua gudang tersebut sudah beroperasi semenjak 2006, dan perihal perizinan pemilik mengaku sudah memiliki izin serta besarnya kebutuhan di tahun baru.

“Pemilik gudang yang berhasil kita amankan berinisial Sz 48 tahun dan penanggung jawab di dua gudang,” kata AKBP Komarudin.

Lanjut AKBP Komarudin, Sz pun akan dilakukan penelusuran lebih lanjut, dan bisa terjerat hukum UUD NO 7 Tahun 2014 mengenai perdagangan, dan UUD NO 18 Tahun 2012 tentang pangan.

“Selanjutnya akan kita kembangkan, karena terdapat pemasukan banyak botol-botol bekas untuk di olah kembali menjadi Minumas Keras (Miras) dan pemilik pun di selidiki lebih lanjut, karena mengaku memiliki izin operasi. Tapi yang jelas Pemerintah Kota Serang tidak pernah mengeluarkan izin perdagangan untuk penjualan miras,” jelasnya.

Seperti di ketahui, masih kata AKBP Komarudin, dirinya pun prihatin, karena dalam seminggu pembeli Miras di Kota Serang bisa mencapai 4 ribu botol.

“Makanya kita mengajak masyarakat bisa bersama-sama menciptakan kondisi yang aman dan kondusif. Makanya kita harus mempringati pergantian tahun dengan hikmat, tanpa harus berhura-hura,” tegasnya. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: