Memprihatinkan, Lapas Cilegon Tak Punya Tim Medis

Lapas Cilegon.

CILEGON, BANPOS – Kondisi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Kalitimbang, Kota Cilegon sangat memprihatinkan. Selain membludaknya jumlah tahanan dan minimnya petugas pengamanan, juga minim fasilitas dan minim personil dan tidak memiliki tim medis.

Kepala Lapas Kelas III Kalitimbang, Kota Cilegon, Fonika Affandi mengatakan, keprihatinan dilihat dari minimnya fasilitas di lapas yang dipimpinannya. Selain itu, di lapas ini juga tidak memiliki petugas medis. Hal itu diperburuk dengan sedikitnya personil penjaga lapas.

“Kondisi ini sangat memprihatinkan untuk kita. Apalagi, kalau ada warga binaan di Lapas Cilegon sakit di bawa ke Puskesmas Cibeber. Semestinya, di sini harus disediakan tim kesehatan untuk warga binaan yang mengalami sakit,” kata Fonika saat ditemui BANPOS di ruang kerjanya,” Jumat (22/12)

Ia menambahkan, bila kondisi Puskesmas Cibeber tidak terlalu sibuk, petugas Puskemas Cibeber langsung datang untuk melakukan pemeriksaan kepada warga binaan.

“Kalau dari petugas Puskemas Cibeber sibuk warga binaan yang puskesmas. Tapi, kalau kondisi puskesmas sepi, petugas sendiri yang datang ke Lapas Cilegon,”’tambahnya.

Ia menuturkan, semestinya keberadaan petugas kesehatan di Lapas Cilegon membutuhkan, satu dokter umum, satu dokter gigi dan dua perawat untuk memaksimalkan pelayanan di Lapas Cilegon.

“Iya idealnya begitu. Dalam Lapas harus ada tim medis,” tuturnya.

Ia memaparkan, jika dilihat dari SOP (Standar Operasional Prosedur) di Polri. Pada satu blok, harus diisi dengan 25 sampai 30 orang penjaga untuk mengawasi 680 warga binaan.

“Semestinya 1 regu itu diisi 25-30 tim penjaga. Nah, sekarang posisi sekarang di Lapas Cilegon, 1 regu menangani 200 warga binaan. Apalagi, di Lapas Cilegon ada tiga blok. Dan setiap satu blok pengawasannya hanya tiga pengawas. Ini kondisinya sangat memprihatikan sekali,” paparnya.

Ia mengungkapkan, dilihat dari luas bangunan Lapas seluas tiga hektar di atas total lahan seluas lima hektar tersebut, maka penambahan jumlah personel sudah menjadi sebuah keharusan.

“Repotnya lagi kan kalau ada napi yang sakit, karena kita juga belum punya dokter. Selama ini petugas puskesmas di kecamatan kita panggil kesini, atau bila tidak memungkinkan kita membawa napi yang sakit kesana. Jadi saling mengisi saja. Kalau idealnya memang disini ada satu dokter umum dan satu dokter gigi, dibantu masing-masing satu perawat,” terangnya.

Kasubsi Pembinaan Lapas Cilegon Edrawanto mengharapkan, dengan penambahan tim penjagaan ini, bisa memberikan pelayanan terbaik kepada warga binaan di Lapas Cilegon.

“Kita sih berharap bisa memberikan pelayanan kepada para warga binaan. Kita ingin juga, mereka yang berada di sini tidak tertekan tapi nyaman berada di Lapas Cilegon ucapnya.(EUA/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: