Sopir Bus di TTM dan Pelabuhan Merak Jalani Tes Kesehatan

terminal terpadu merak, ttm, pelabuhan merak

Petugas dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Banten, tampak sedang memeriksa kesehatan para sopir bus di Terminal Terpadu Merak (TTM) / ELFRIDA ULI ARTHA

CILEGON, BANPOS – Puluhan sopir bus, kondektur dan kernet di Terminal Terpadu Merak (TTM) dan Pelabuhaan Merak menjalani tes kesehatan yang dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Banten Kelas II Banten. Tes kesehatan yang dilakukan ini, untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan menjelang libur panjang natal dan tahun baru.

Salah seorang petugas perawat KKP Kelas II Banten, Oos Supriadi mengatakan, pemeriksaan yang dilakukan ini untuk mewaspadai para supir, kernet maupun kondektur bus saat membawa penumpang untuk mudik libur panjang natal dan tahun baru.

“Tes kesehatan untuk para sopir bus, kondektur maupun kernet ini kita lakukan selama tiga hari (19-21/12) mendatang. Selain dilakukan di TTM (Terminal Terpadu Merak) tes kesehatan juga digelar di Pelabuhan Merak dengan waktu yang sama,” kata Supriadi, Selasa (19/12).

Ia menambahkan, dari tes kesehatan yang dilakukan kali ini, masih ditemukan, banyak supir bus di TTM yang memiliki penyakit kolesterol, tekanan darah tinggi, darah rendah serta penyakit lainnya yang diderita oleh para sopir bus tersebut.

“Dalam hal ini, sopir bus memang rentan terhadap penyakit seperti ini. Salah satu penyebab terjadinya penyakit tersebut, karena pola makan yang kurang bagus serta kurangnya istirahat yang dilakukan oleh para supir bus tersebut,” tambahnya.

Sementara Kepala TTM, Sugiyo mengungkapkan, kegiatan tes kesehatan yang dilakukan ini merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan menjelang libur Nataru. Dalam hal ini, TTM yang sebagai penyedia tempat, juga ikut berkontribusi dalam hal ini.

“Kita diminta untuk diberikan tempat untuk kegiatan tes kesehatan ini. Selain tempat, kita juga menyampaikan pemberitahuan kepada semua kru PO untuk melakukan tes kesehatan yang dilakukan oleh KKP. Dengan adanya informasi ini, para supir bus langsung merespon cukup positif, jika ada kegiatan seperti ini,” terang Sugiyo.

Ia menyebutkan, pemeriksaan kesehatan tersebut, merupakan kegiatan rutin dalam rangka menyambut musim angkutan Natal dan Tahun Baru 2018 terhadap kru dari 320 armada bus di TTM yang berasal dari 47 Perusahaan Otobus (PO).

“Jadi ini sudah berdasarkan intruksi langsung dari Pak Menteri. Bagi, supir bus yang melakukan kesalahan maupun melanggar aturan yang sudah dibuat, maka kita tidak segan-segan untuk memberikan teguran yang langsung ditembuskan ke PO serta akan langsung tembus ke pak Dirjenm Direktorat Angkutan Multi Modal, Direktorat Dinas Kesehatan,” pungkasnya.(EUA/EKY)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: