Pemprov Formulasikan Kebijakan, Guna Menekan Angka Pengangguran di Banten

SERANG, BANPOS – Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten terus berupaya menekan angka pengangguran di Provinsi Banten, saat ini Pemprov tengah memformulasikan kebijakan yang dapat menjadi solusi atas beberapa faktor yang menjadi penyebab tingginya pengangguran di Banten.

Gubernur Banten Wahidin Halim menilai, potensi-potensi yang dimiliki oleh banten harus dimanfaatkan dan dijadikan sebagai modal untuk upaya perluasan lapangan pekerjaan dan penyaluran tenaga kerja.

“Disnaker jangan dibiarkan sendiri mengatasi persoala-persoalan pengangguran. Harusnya dinas pertanian, dan dinas-dinas lainnya juga bergerak bersama-sama mengatasi pengangguran,” ujar Gubernur Provinsi Banten, Wahidin Halim

Gubernur menegaskan, kondisi ketenagakerjaan dibanten yang masih lemah harus diperbaiki dari berbagai sektor dengan melibatkan semua stakeholder terkait serta semua pemerintah kabupaten dan kota di banten.

“Good Government adalah adanya sinergitas antara pemerintah sebagai regulator dengan perusahaan sebagai pembuka lapangan pekerjaan serta masyarakat yang memberikan control sosial,” pungkasnya seraya mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama membangun banten dengan ikhlas dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas.

Berdasarkan data yang dimiliki Disnakertrans Provinsi Banten, saat ini angka pengangguran di Banten mencapai 462 ribu orang, yang menempatkan Provinsi Banten diposisi ke Empat pengangguran tertinggi, namun Kadisnakertrans Provinsi Banten, Al Hamidi menjelaskan bahwa

sebenarnya TPT tahun kemarin, Banten menempati posisi pertama. Namun dengan berbagai langkah yang dilakukan, akhirnya peringkat itu turun juga

“Banyaknya perusahaan di Banten tidak secara langsung mengurangi angka pengangguran. Itu dilihat dari catatan statistik jumlah pengangguran, dan Banten berada di peringkat keempat di Indonesia dengan jumlah pengangguran terbanyak,” ujarnya.

Menurut Alhamidi, banyak faktor yang mengakibatkan jumlah pengangguran banyak di Provinsi Banten, di antaranya, sumber daya manusia yang masih rendah, pendidikan formal yang dinilai belum mampu menjawab kebutuhan pangsa pasar, sehingga setiap akhir tahun pelajaran pengangguran pun bertambah.

“Rata-rata pendidikan masyarakat Banten dari sekolah menengah pertama ke bawah. Kondisi itu menjadi salah satu penyebab rendahnya kualitas SDM di Banten,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten, Al Hamidi

Oleh karena itu, pihaknya mengintensifkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mencetak tenaga kerja siap pakai. Dia menyebutkan, lulusan BLK sebanyak 880 orang berhasil diserap pasar sekitar 85 %. Permasalahan kedua ialah hubungan industrial yang belum harmonis. Selain itu Disnakertrans Banten juga ingin memberikan formulasi bagaimana memberikan kesempatan bekerja bagi para pemuda yang di Banten.

“Kita akan buat formulasi itu dengan semua pemda di Banten,” pungkasnya. (ADV)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: