Anak Kurang Tidur, Picu Depresi

ILUSTRASI

BANPOS – Sebuah studi melakukan penelitian kepada anak dan remaja yang kurang tidur. Hasilnya, anak yang kurang tidur berisiko tinggi mengalami gangguan mood, terutama depresi.

Mengutip Zeenews, studi yang dipimpin Peter Franzen dari University of Pittsburgh di Amerika Serikat ini mengatakan prilaku itu bisa memicu untuk bunuh diri.

Alasannya kurang tidur secara kronis mengurangi berfungsinya putamen – area otak yang berperan dalam gerakan berbasis tujuan dan belajar seseorang. Tidur tak nyenyak juga menyebabkan kinerja otak menurun.

Penelitian berdasarkan anak -anak dan remaja berusia 8 sampai 15 tahun. Tim peneliti membagi total peserta dalam dua kelompok dan membiarkan satu kelompok tidur selama empat jam, sementara sisanya menyelesaikan tidur 10 jam.

Peserta yang kurang tidur dan memainkan permainan terlihat kurang responsive serta membuatnya depresi.

Sedangkan pada kondisi istirahat, wilayah otak tidak menunjukkan adanya perbedaan antara kondisi tinggi dan rendah. Mengatasinya, orang tua harus lebih mengatur jadwal anak tidur agar tidak mengalami depresi. (NET)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: