Cuaca Ekstrim di Pelabuhan Merak, Ganggu Bongkar Muat dan Rusak Pagar Dermaga

Gelombang tinggi menghantam Pelabuhan Merak, hingga air lau menggenangi dermaga.

CILEGON, BANPOS – Cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Penyeberangan Merak. Bahkan, pagar pembatas Dermaga VI roboh diterjang ombak dan air laut naik hingga menggenangi jalan menuju dermaga tersebut.

Pantauan BANPOS di lokasi, cuaca buruk telah menghantam merak sejak pukul 14.00 wib. Angin kencang dan gelombang tinggi tidak berhenti menyapu enam unit dermaga di pelabuhan yang menjadi akses menuju dan dari Pulau Sumatera tersebut.

Gelombang tinggi yang menghantam daratan itu membuat pagar akses jalan di Dermaga VI roboh. Air laut bahkan sampai naik dan menggenangi jalan dermaga itu setinggi mata kaki orang dewasa.

Tidak itu saja, bongkar muat di beberapa dermaga juga ikut terganggu akibata cuaca ekstrim tersebut. Salah satunya Kapal Muatan Penumpan (KMP) Rajabasa yang bersandar di dermaga I, belum dapat melakukan bongkar muat karena gangguan cuaca buruk.

“Untuk keseluruhan cuaca memang lagi tinggi. Gelombang yang terjadi saat ini yang paling tinggi 4 sampai 5 meter. Sementara kecepatan angin sampai 50 knot,” ungkap Plh Asisten Manajer Humas PT ASDP Merak Ado Warsono yang ditemui di Pelabuhan Merak, Kamis (30/11).

Ado menyatakan, cuaca buruk yang mengganggu bongkar muat kapal itu pun langsung diantisipasi dengan berkoordinasi pada beberapa otoritas pelabuhan, baik Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten, Badan Pengelola Transportasi Darat Banten hingga KSKP Merak.

“Karena ada cuaca yang ektrim ini ada pengaruh pada bongkar muat kapal. Beberapa kapal yang belum dapat dibongkar, ditunda dulu. Penundaan itu mempertimbangkan keselamatan penumpang,” paparnya.

Sementara terkait pagar jalan yang roboh, pihaknya juga membenarkan kejadian tersebut. Robohnya pagar jalan yang memagari akses jalan dari Dermaga I ke Dermaga VI itu disebabkan karena hantaman keras dari gelombang dan angin kencang. Dermaga VI masih tidak dioperasikan karena dalam perbaikan akses jalan menuju dermaga.

“Memang benar pagar jalan dermaga VI roboh, karena dihantam gelombang tinggi. Memang dermaga VI belum dioperasikan karena sedang proses penyelesaian betonisasi akses jalan,” tuturnya.(NAL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: