Cuaca Ekstrim, 4 Dermaga di Pelabuhan Merak Dihentikan Sementara

Gelombang tinggi menghantam Pelabuhan Merak, hingga air lau menggenangi dermaga.

CILEGON, BANPOS – Cuaca ekstrim di jalur penyeberangan laut Merak-Bakauheni mengganggu bongkar muat dan pelayaran kapal penyeberangan. Cuaca yang disertai angin kencang dan grlombang tinggi itu turut membuat 4 dari 6 Dermaga di Pelabuhan Merak dihentikan sementara.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Darat Wilayah VIII Banten, Jhonny Siagian megatakan, empat dermaga di Pelabuhan Merak dihentikan operasinya karena tidak dapat beroperasi maksimal. Hal itu diputuskan karena mempertimbangkan cuaca ekstrim yang menerjang penyeberangan di lintasan perairan Merak-Bakauheni.

“Informasi terakhir, Dermaga IV dan dermaga V tidak dioperasikan, karena kapal yang mau masuk tidak bisa. Dermaga 1, kapal Rajabasa kesulitan bongkar muat. Sementara dermaga VI memang belum dioperasikan karena sedang perbaikan ditambah juga ada pagar yang roboh,” ungkapnya, Kamis (30/11/2017)
.
Sementara dua dermaga yang lain yakni dermaga II dan III masih dioperasikan untuk melayani penumpang. Pihaknya juga meminta agar kapal- kapal yang dioperasikan di dua dermaga itu dapat menggunakan kapal-kapal berukuran besar agar penumpang di pelabuhan merak dapat terlayani dengan baik.

“Kalaupun bisa, kapal – kapal besar yang beroperasi di dermaga II dan dermaga III. Ini sudah diinstruksikan kami ke STC (Sea Traffic Control, red) untuk diperhatikan,” paparnya.

Pantauan BANPOS di lokasi, cuaca buruk telah menghantam merak sejak pukul 14.00 wib. Angin kencang dan gelombang tinggi tidak berhenti menyapu enam unit dermaga di pelabuhan yang menjadi akses menuju dan dari Pulau Sumatera tersebut.

Gelombang tinggi yang menghantam daratan itu membuat pagar akses jalan di Dermaga VI roboh. Air laut bahkan sampai naik dan menggenangi jalan dermaga itu setinggi mata kaki orang dewasa.(NAL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: