Polisi Amankan Pasutri Diduga Menganut Aliran Sesat

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani (kiri) bersama Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kota Serang, terkait aliran sesat terduga pasutri di Pandeglang, selasa, (28/11/2017) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Diduga menganut aliran sesat dari buku-buku yang diterbitkan, sepasang suami istri (pasutri) berinisial ND dan MM, warga Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung, Pandeglang, diminta meninggalkan kediamannya oleh warga setempat.

Wakapolres Pandeglang, Kompol Nurahman mengatakan, saat ini pihaknya tengah mendalami kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Pasutri ND dan MM dengan mempelajari bukti-bukti yang ada.

“Kita pelajari dulu buku-buku yang ada, apakah ada kaitannya dengan ajaran aliran sesat yang dilakukan oleh terduga atau tidak,” kata Nurahman kepada wartawan usai acara lepas sambut Kapolres baru di Mapolres Pandeglang, Selasa (28/11/2017).

Nurahaman menambahkan, saat ini warga menuntut agar yang bersangkutan segera meninggalkan kampung Gadog karena sudah menimbulkan keresahan dan kekhawatir terjadi konflik di masyarakat. Diketahui, sehari sebelumnya Ormas dari Front Pembela Islam (FPI) dari Kecamatan Cibaliung, Cigeulis, Cikeusik, Pandeglang termasuk juga dari arah perbatasan Lebak, rencananya akan mendatamgi langsung kediaman terduga, namun hal itu dapat dicegah oleh pihak kepolisian.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pandeglang, Tubagus Hamdi Maani mengimbau masyarakat tidak terhasut untuk melakukan tindakan anarkis terhadap pasangan ND dan MM Warga Kampung Gadog, Desa Cikadu, Kecamatan Cibitung Kabupaten Pandeglang.

“Kemarin langsung saya sampaikan, dan segera koordinasi dengan aparat dan ulama setempat, supaya tidak ada aksi anarkis. Tapi Alhamdulillah Pak Wakapolres dan anggota langsung turun melakukan pengamanan,” kata Maani saat ditemui di Kota Serang, Selasa (28/11/2017).

Pihaknya mengimbau agar masyarakat dapat menahan diri. “Serahkan kepada aparat kepolisian. Kita tunggu saja hasilnya,” imbau Ketua MUI.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Banten, AKBP Zaenudin mengatakan terduga merupakan warga dari Jakarta yang sudah bermukim kurang dari lima tahun di Pandeglang, dan bersangkutan ND merupakan penulis buku berjudul Sihir.

“Dia juga punya padepokan yang dinamai Ki Ngawur Permana. Kalau melihat dari status facebooknya bahwa kalau syahadat tapi tidak menyaksikan Tuhan secara langsung itu bohong,” kata Kabid Humas.

Hingga saat ini, lanjut dia, pihak kepolisian sudah mengamankan terduga bersama istrinya. Selain itu, polisi juga mengamankan buku dan status di media sosial.

“Kita akam dalami sesuai prosedur yang ada,” ujarnya. (RUL/DHE)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: