Wagub Ingin Sport Center Tiru Proyek Jakabaring

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy dan Asisten Daerah III Sumsel Nadjib duduk bersama dalam kunjungan kerja Pemprov Banten ke Pemprov Sumsel, Rabu (22/11). / MAHARDIKA RIZQI

PALEMBANG,BANPOS– Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy menginginkan agar pembangunan sport centre di desa Kemanisan, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang tidak membebani APBD Pemprov Banten.

Untuk itu, Andika mengaku ingin meniru seperti proyek pembangunan Jakabaring Sport City untuk itu dirinya belajar kepada Pemprov Sumsel yang banyak melibatkan pihak swasta dan pihak lainnya untuk ikut menyandang dana pembangunan hingga biaya perawatan fasilitas olahraga tersebut pasca-selesai dibangun.

“Kami ingin serius belajar mengenai bagaimana Jakabaring ini bisa dibangun secara bersama-sama dengan melibatkan pihak-pihak lain tanpa membebani seluruhnya kepada APBD,” kata Andika saat diterima Asisten Daerah III Sumsel Nadjib dalam kunjungan kerjanya ke Pemprov Sumsel, Rabu (22/11).

Diungkapkan Andika, setidaknya saat ini kebutuhan untuk pembangunan sport centre oleh Pemprov Banten di atas lahan seluas 60 hektar tersebuta adalah sekitar Rp1,8 triliun, dimana penganggarannya akan dilakukan secara multi years yang pada APBD 2018 telah dianggarkan Rp100 miliar.

“Menurut DED (detail engineering design) yang ada sekarang setidaknya itu kebutuhannya dananya. Tapi tidak menutup kemungkinan setelah kunjungan ini kita ingin sport centre yang lebih bagus lagi sehingga kebutuhan anggarannya bisa membengkak,” kata Andika.

Dikatakan Andika, dengan kebutuhan yang saat ini saja, angka tersebut sudah cukup besar mengingat APBD Banten yang saat ini sekitar Rp11 triliun juga sangat dibutuhkan untuk kebutuhan pelayanan mendasar bagi warga Banten lainnya, seperti pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Belum lagi kalau kita bicara biaya perawatannya. Fasilitas olahraga berkelas nasional dan internasional tentu biaya perawatannya juga tidak murah, Kalau semua ditanggung APBD saya yakin tidak akan bagus,” imbuhnya.

Dalam paparannya, Asda III Sumsel Nadjib mengungkapkan, jika pembangunan Jakabaring Sport Centre sampai sejauh ini setidaknya telah menghabiskan dana lebih dari Rp10 triliun.

“APBD kami saja hanya Rp8 triliun, bahkan gak cukup itu kalau semuanya untuk bangun Jakabaring,” imbuhnya.

Untuk itu, dikatakan Nadjib, Pemprov Sumsel menjalin kemitraan dengan sejumlah perusahaan yang beroperasi di Sumsel, baik BUMN maupun swasta, selain juga terus membidik anggaran pemerintah pusat yang dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya di bidang keolahragaan.

“Jadi ini kita gotong royong, dari swasta ya kami minta CSR (corporate sosial responsibility)-nya. Para kepala dinas kami ini bisa dibilang kerjaannya lebih banyak nongkronginkementerian, dari pada di kantornya di Palembang sini,” kata Nadjib.

Nadjib menjelaskan, dalam membangun Jakabaring Sport City sejumlah perusahaan swasta dan BUMN telah banyak memberikan bantuannya setelah dilakukan sejumlah upaya persuasive oleh Pemprov Sumsel kepada perusahaan-perusahaan tersebut. Menurut Nadjib, pemerintah daerah dan warganya memiliki kewenangan untuk meminta bantuan kepada perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut sepanjang sesuai dengan regulasi yang ada. (DIK/AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: