Gelar RUPS, Bank Banten Umumkan Peningkatan di Sektor Kredit

Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa (kedua dari kiri) saat berfoto bersama dengan jajaran Bank Banten usai Gelar RUPS Luar Biasa dan public expose, di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (22/11) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) dan public expose, Bank Banten umumkan posisi Triwulan III tahun 2017 yang menunjukkan ada perbaikan positif. Salah satunya yaitu dalam penyaluran kredit.

Dikatakan Direktur Utama Bank Banten Fahmi Bagus Mahesa, bahwa peningkatan yang diberikan Bank Banten sebesar RP4,54 Triliun meningkat 42,4 persen secara year on year (YOY), yang dihasilkan dari pengembangan bisnis baru yaitu kredit konsumer dan kredit komersial.

Fahmi menambahkan, adapun Peningkatan dana pihak ketiga menjadi sebesar Rp 5,74 triliun, meningkat sebesar 51,7 persen secara year on year (YOY) yang diikuti dengan perbaikan komposisi CASA (current account saving account/simpanan berbiaya murah).

Sehingga, peningkatan total aset menjadi sebesar Rp 7,04 triliun meningkat sebesar 43,4 persen secara year on year, yang diperoleh dari peningkatan realisasi penyaluran kredit.

“Hasil dari perbaikan kinerja keuangan tersebut diikuti dengan penurunan rugi bersih menjadi sebesar Rp 63,12 miliar, menurun sebesar 77,8 persen secara year on year seiring dengan peningkatan pendapatan bunga bersih, peningkatan pendapatan operasional lainnya dan efisiensi beban operasional,” ujar Fahmi dalam RUPS Luar Biasa dan Public Expose di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (22/11).

“Sementara itu, untuk peningkatan rasio Net Interest Margin menjadi 3,23 persen, mengindikasikan bahwa pendapatan bunga yang diperoleh dari aktivitas perkreditan memberikan margin yang lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Fahmi.

Peningkatan kinerja bank pun menurut Fahmi bisa dilihat dari penurunan rasio NPL Gross menjadi 5,78 persen, yang mengindikasikan bahwa perbaikan kualitas kredit melalui penagihan memberikan hasil yang cukup signifikan.

“Penurunan rasio BOPO (biaya operasional pendapatan operasional) menjadi 119,36 persen, memperlihatkan bahwa strategi konsolidasi melalui streamlining cabang yang dijalankan oleh manajemen berjalan optimal,” ujarnya. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: