Kapolda Banten: Tapak Karuhun Banten Sebagai Ikon Pemersatu Bangsa

Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Tapak Karuhun Banten, di Alun-alun Kota Serang, Minggu (19/11/2017) / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Meriahnya kegiatan Tapak Karuhun Banten yang dilakukan oleh ribuan para pendekar se Provinsi Banten, hingga menjadi satu wadah di Alun-alun Barat Kota Serang, telah mencatakan sejarah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Kegiatan yang yang dilakukan sebagai ajang silaturahmi tersebut, dihadiri oleh 3000 pendekar dan jawara dari berbagai peguron di Provinsi Banten. Mereka di antaranya dari TTKDH Tjimande, Terumbu, Bandrong, Haji Salam dan peguron lainnya.

Hadir dalam kegiatan pemecahan rekor MURI Tapak Karuhun Banten, Kapolda Banten Brigjen Polisi Listyo Sigit Prabowo, merasa bangga atas berlangsungnya dengan baik kegiatan silaturahmi yang dilakukan oleh para ribuan pendekar, ulama dan jawara se Provinsi Banten, hingga memecahkan rekor MURI.

“Kegiatan ini sebagaian contoh kecil, bagaimana kesatuan yang dilakukan oleh para jawara se Banten, dapat menjadi garda dalam menjaga keutuhan NKRI, menjaga keutuhan bangsa serta menjaga makna dari nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, yaitu Bhineka Tunggal Ika,” ujar Listyo dalam sambutannya dihadapan ribuan jawara Banten yang memadati Alun-alun Kota Serang, Minggu (19/11/2017).

Selain sebagai garda terdepan menjaga NKRI, pecak silat juga sebagai warisan budaya bangsa Indonesia yang harus kita jaga sebagai sektor pariwisata.

“Kita ketahui saat ini, pemerintah sedang menggalakan sektor pariwisata sebagai salah satu upaya untuk pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia. Dan tentunya, dengan adanya optimalisasi dari kegiatan budaya debus pencak silat ini, maka akan semakin meningkatkan daya tarik untuk bisa menghadirkan pengunjung berwisata ke Provinsi Banten,” kata Listo.

Listo menambahkan, “bahwa Provinsi Banten yang kita kenal, sangat kental dengan nuansa islaminya dan itu sangat erat hubungannya dengan seni beladiri pencak silat.”

Dirinya pun berharap dan mendorong berdirinya sanggar-sanggar yang dapat digunakan untuk berlatih bersama, sekaligus sebagai tempat pentas untuk menunjukan kemampuan para pendekar pencak silat. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: