Disdukcapil Berencana Mulai Memberlakuan KIA tahun 2018

Ilustrasi

PANDEGLANG, BANPOS – Pada tahun 2018 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang berencana akan memulai memberlakukan Kartu Identitas Anak (KIA) untuk usia 0-17 tahun. Kartu tersebut dimiliki oleh anak tidak bedanya dengan kartu tanda penduduk seperti halnya orang dewasa.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Pandeglang, Tubagus Saprudin mengaku untuk memulai pemberlakuan KIA pihaknya harus menyiapkan mesin pencetak KIA.

“Tahun depan kita sudah akan dimulai, karena untuk KIA kita haru lapor dulu. Nah sebelum lapor ke pusat kita juga harus menyiapkan sarana prasarana terlebib dahulu karena kan printer KTP dan KIA ini sangat beda karena ukuranya pun sangat beda,” kata Saprudin kepada BANPOS, Rabu (15/11/2017).

Lanjut Saprudin, selain anak memiliki akte kelahiran akan di kuatkan dengan KIA. Meskipun sampai saat ini KIA belum di wajibkan namun untuk melengkapi identitas anak sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) kartu identitas tidak kalah penting bagi seorang anak.

“Hukumnya engga wajib, ini mah biar ada kejelasan bahwa anak tersebut WNI disamping memiliki akte kelahiran akan di iringi KIA,” imbuhnya.

Setelah anak berusia 17 tahun maka KIA akan di ganti oleh Kartu Tanda Penduduk (KTP). Namun, semua itu akan di sosialisasikan terlebih dahulu oleh pihak disdukcapil setelah mendapatkan mandat dari Kementrian dalam negeri.

“kita nanti sosialisasikan KIA ke masyarakat agar semua kalangan mengetahui KIA ini. Nah nanti pada saat usia anak mencapai 17 tahun anak tersebut wajib memiliki KTP,” jelasnya.

Saprudin menyebutkan jika pemerintah pusat sendiri baru akan melakukan uji coba ke beberapa daerah sebagai pilot project. Di Banten sendiri, pilot project di Kota Tangerang Selatan lalu di susul oleh kota Cilegon. “Untuk Banten yang sudah memberlakukan KIA baru Kota Cilegon,” tutupnya.(ZIS/RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: