Pemprov Berencana Kaji Dampak Kependudukan TKA di Cilegon dan Lebak

Siti Maani Nina.

SERANG, BANPOS – Pemprov Banten berencana akan melakukan kajian dampak kependudukan atas keberadaan tenaga kerja asing yang kini berdomisili di Kota Cilegon dan Kabupaten Lebak. Upaya ini dilakukan dalam rangka tertib administrasi.

“Analisis dampak kependudukan di Cilegon dan Lebak, saya rasa perlu dilakukan. Ada 10 ribu yang bekerja di KS Posco yang tidak membawa keluarga dan Semen Merah Putih (PT Cemindo Gemilang, red),” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Kependudukan dan Keluarga Berencana (DP3AKKB) Banten, Sitti Maani Nina, Kamis (9/11).

Saat ini kata dia, kajian terhadap keberadaan WNA yang bekerja di Banten perlu dilakukan, menginggat saat ini terlihat TKA yang ada di Banten, memiliki pasangan lokal atau warga setempat. “Di pusat perbelanjaan, ada WNA yang gandeng WNI (warga negara Indonesia) dan membawa anak dengan perawakan kulit putih,” ujarnya.

Nina mengaku kajian terhadap dampak kependudukan tersebut akan dilakukan bersama-sama dengan dinas kependudukan dan catatan sipil. “Kita akan bahas nanti secara mendalam dengan kabupaten/kota,” ungkapnya.

Terkait dengan warga Banten yang belum melakukan melakukan perekaman KTP Elektrok lanjut Nina, berdasarkan laporan yang disampaikan dari kabupaten/kota sudah ada perubahan. “Sebelumnya yang belum merekam untuk KTP elektronik 3,07 persen atau 232 ribu lebih, sekarang hanya tinggal 2,82 persen atau sekitar 213 ribu jiwa,” ujarnya.

Proses perekaman ditargetkan selesai paling tidak hingga 2018 mendatang. Hal tersebut untuk menyikapi penyelenggaran Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. “Soal blangko dan tinta, pemerintah pusat untuk yang sudah siap cetak akan siap,” katanya.(RUS)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: