Awas! Uang Palsu Marak Beredar di Lebak

Seorang pedagang aksesoris handphon di Rangkasbitung sedang menunjukan uang palsu pecahan Rp100 yang didapatnya dari pembeli baru-baru ini.

LEBAK, BANPOS – Peredaran uang palsu di Lebak kian meresahkan warga terutama para pedagang kecil. Sebagaimana dialami Hapidi (63), pemilik counter handphone di kampung Babakan Kalapa, Desa Aweh, Rangkasbitung. Kepada wartawan dirinya mengungkap mendapatkan uang palsu pecahan Rp100 ribu dari seorang konsumen yang tak dikenal saat membeli aksesoris handphone, pada Selasa (07/11/2017) lalu.

Menurut Hapidi, jika uang yang diberikan kepadanya itu adalah uang palsu, karena waktu itu banyak orang yang berbelanja di counternya. Seingat dirinya, orang tak dikenal yang memberikan uang palsu itu membeli aksesori berupa headset.

“Saya lupa orangnya kaya gimana, karena waktu itu yang belanja ke counter saya lagi ramai. Saya terima saja uang itu tanpa mengecek dulu. Eh, pas saya cek dengan teliti ternyata uang itu palsu,” katanya Rabu (8/11/2017).

Dikatakan, saat itu dirinya lengah karena sedang banyak melayani pembeli. “Saya memang ceroboh. Saya imbau kepada para pedagang khususnya agar diteliti dulu uang dari konsumen asli apa palsu. Semoga pengedarnya ini segera ditangkap,” ujar Hapidi.

Sementara Kapolres Lebak AKBP Andi Arianto, kepada awak media mengatakan agar warga jika ada menemukan atau mendapati uang palsu untuk melaporkan ke aparat kepolisian atau aparat setempat.

Kapolres juga mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan jangan mudah percaya kalau ada orang yang berniat menukar ataupun berbelanja dengan membayar uang pecahan Rp100 ribu.

“Jika para pedagang yang tidak menggunakan mesin pelacak uang gunakan prosedur THD uang palsu yakni dilihat, diraba dan dipegang jangan langsung di ambil dan di kembalian saja tetapi, diperiksa dulu apakah uang tersebut asli apa palsu,” ujar Kapolres.(WDO)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: