RAPBD Kota Serang Dianggap Aneh

SERANG, BANPOS – Sejumlah anggota DPRD Kota Serang mengkritisi Nota Keuangan RAPBD Kota Serang tahun 2018. Mereka menilai kebijakan penganggaran Pemkot Serang aneh. Karena, selain target pendapatan yang dianggap menurun, rencana pembelanjaan anggaran pun tidak berpihak pada rakyat.

Salah seorang anggota DPRD Kota Serang, Uhen Suheni mengatakan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Serang pada APBD 2018 direncanakan RP150,473 miliar. Sedangkan PAD pada APBD Perubahan 2017 sudah berjumlah RP208,606 miliar.

“Terjadi penurunan target PAD sebesar Rp58,133 miliar, kenapa hal ini bisa terjadi, Walikota harus menjelaskan hal ini,” tegas Uhen, Selasa (7/11/2017).

Selain itu, Uhen menyatakan, belanja daerah juga belum menunjukkan keberpihakan Pemkot terhadap masyarakat, hal ini dikarenakan masih tingginya Belanja Tidak Langsung (BTL) ketimbang Belanja Langsung (BL).

“Melihat porsi rencana anggaran yang disampaikan pemerintah menunjukkan porsi anggaran BTL masih lebih besar, yaitu sebesar 55,2 persen dari total anggaran. Dengan berbagai alasan pemerintah, hal ini tetap saja menunjukkan porsi rancangan APBD tahun 2018 belum ideal,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti dengan target adanya defisit yang direncanakan oleh Pemkot Serang, menurutnya hal ini dalam teori anggaran disebut ‘anggaran slack’, yaitu kecenderungan untuk mengendurkan anggaran dengan cara meninggikan rencana belanja di atas pengeluaran yang diperlukan, dan merendahkan rencana pendapatan di bawah kemampuan sebenarnya.

“Semakin tinggi kecenderungan pemerintah menyusun anggaran slack, maka semakin tinggi tingkat efisiensinya, ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Uhen.(PBN/AZM)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: