Golok Ciomas Raksasa Bakal Dipajang di Banten Expo 2017

SERANG,BANPOS – Kegiatan Banten Expo 2017 nampaknya akan semakin berwarna dengan berbagai pertunjukan yang akan ditampilkan dalam even tahunan tersebut, salah satunya memperkenalkan kearifan lokal di Banten. Selain akan dibuka secara simbolis dengan membunyikan 1000 kolotok Baduy, warisan budaya lain seperti Lantayan (hiasan pare/padi), hingga Golok terbesar di Indonesia bahkan dunia, yakni Golok Besar Ciomas akan dihadirkan selama kegiatan berlangsung.

Pada kegiatan Banten Expo 2017 sengaja memamerkan budaya benda yang dimiliki Banten, diantaranya Golok Ciomas. Pameran warisan budaya itu dinilai perlu sebagai khazanah budaya Banten. Apalagi, Golok Ciomas termasuk benda pusaka yang dikenal luas oleh masyarakat Banten.

Seperti diketahui, Golok Ciomas mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai golok terpanjang di Indonesia yang dinamakan Golok Salam Nunggal dengan panjang 7 m, lebar 40 cm dan berat 2 ton. Golok ini merupakan golok terbesar di dunia.

“Rangkaian kegiatannya sendiri masih kita konsep akan seperti apa, nanti akan kita share,” ungkap salah satu panitia penyelenggara Banten Expo 2017 saat dihubungi via telepon, Selasa (7/11).

Sementara itu, Muhaimin Soleh atau yang akrab disapa ‘Abah Umin’ selaku pemrakarsa pembuat Golok Besar Ciomas mengungkapkan, bangga jika Golok Besar akan ditampilkan di acara Banten Expo 2017. Menurutnya, Golok Ciomas adalah bagian dari sejarah Banten yang perlu dijaga dan dilestarikan.

“Alhamdulillah dengan hadirnya Golok Besar Ciomas di Banten Expo, menunjukkan adanya kepedulian dari teman-teman dan anak anak abah yang cinta akan sejarah untuk bersama sama menghidupkan dan melestarikan sejarah,” ungkap Abah Umin saat ditemui di kediamannya baru-baru ini.

Abah Umin menambahkan, Banten Expo juga sebagai momen untuk memperkenalkan salah satu warisan Budaya Banten kepada generasi milenial saat ini agar tidak lupa dan tergerus oleh arus moderenisasi. “Jika tidak diperkenalkan Golok Ciomas jadi tenggelam, apalagi banyak masyarakat Banten yang belum tahu mengenai sejarah, warisan budaya, juga nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Banten,” jelasnya. (AZM/RIU)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: