Film Soal Kehidupan Pesantren Ini Bakal Tayang di Bioskop-bioskop Eropa

Salah satu adegan dalam fil Da’wah. (Sumber: YOUTUBE)

RESPON positif dan membeludaknya penonton film Da’wah pada Festival Film Roma, Sabtu lalu (4/11) memikat perusahaan distributor film Merlino Distribuzinone. Perusahaan asal Italia itu pun berniat memasarkan Da’wah ke sejumlah bioskop dan jaringan TV kabel di negara-negara Eropa.

Da’wah yang merupakan sebuah film dokumenter yang menggambarkan kehidupan Islam sebenarnya di Indonesia yang penuh kedamaian dan toleransi. Merlino yang diwakili Demonico Gentili langsung mengajukan kontrak dengan Kaia Film yang diwakili Sapta Nirwandar, Senin (7/11).

Film dokumenter berdurasi 60 menit ini akan membuka mata publik di Eropa tentang gambaran Islam yang sebenarnya, termasuk nilai-nilai Islam yang inspirasional. Ide film ini berasal dari sutradara asal Italia, Italo Spinelli.

Sutradara penganut Katolik itu menemukan Islam di Indonesia yang jauh dari gambaran stereotip di negara-negara Barat. Selama ini, Islam digambarkan sebagai agama yang penuh kebencian, kekerasan dan teror.

Tapi di Indonesia, Spinellii menemukan dan mengalami Islam sebagai gambaran rahmatan lil alamin yang nyata. Lokasinya di Pesantren Dalwa, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur yang memiliki 2.700 santri berusia 6-18 tahun.

Spinelli merekam gambaran-gambaran nyata dari keseharian para santri yang diwakili tokoh bernama Rafli, seorang remaja keturunan Jerman, bersama M Hasan Masduqi, Muhammad Shofi dan Ahmad Yazid, santri dari Pasuruan. Para santri dalam kesederhaan dan ketulusan mendapat didikan dari seorang ustaz tentang dakwah seperti yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Spinelli merekam detail keseharian di pesantren itu. Mulai bangun pagi, antre untuk salat subuh, mengikuti ceramah dan senam pagi ala pesantren, belajar Alquran, Bahasa Arab dan mata pelajaran lain, hingga apa yang mereka lakukan sebelum pulang ke rumah untuk liburan di bulan Ramadhan.

Sapta selaku produser Da’wah mensyukuri respons positif publik Eropa. Baginya, masyarakat Internasional perlu keseimbangan informasi tentang Islam yang damai, sejuk dan menyenangkan.

“Film Da’wah memberikan keseimbangan informasi kepada masyarakat Internasional tentang Islam yang damai, sejuk dan menyenangkan,” ujar Sapta yang pernah menjadi wakil menteri pariwisata dan ekonomi kreatif itu.(JPNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: