Di Lebak Selatan, Harga Gas Melon Sampai Rp30 Ribu

Dagangan LPG di Pasar Malingping, Kabupaten Lebak.

BAYAH,BANPOS- Harga gas elpiji ukuran tiga kilogram di pasaran, melonjak naik. Di tingat pengecer di Kecamatan Bayah dan Cibeber, untuk satu tabung gas berubsidi itu menembus harga Rp26 ribu hingga Rp30 ribu. Tingginya harga gas elpiji ini dikeluhkan warga karena sudah berlangsung lama.

Pantauan BANPOS, Selasa (7/11/2017) di wilayah Lebak selatan, harga gas di tingkat eceran mencapai Rp26 ribu per tabung. Bahkan, di kecamatan Bayah dan Cibeber harga gas tembus Rp30 ribu per tabung. Hampir setiap hari, pangkalan penjual gas elpiji dipenuhi antrian pedagang, bukan warga penerima manfaat.

“Percuma di subsidi juga, mending dicabut saja karena hanya menguntungkan para pengecer dan agen saja. Soalnya, harga gas melon sampai sekarang tetap saja mahal,” kata Asmani, seorang warga kecamatan Cibeber.

Menurutnya, untuk satu tabung gas ukuran 3 kilogram harga ditingkat pengecer mencapai Rp26 ribu. Padahal setahu dirinya, HET sesuai ketentuan pemerintah untuk wilayah Baksel per tabungnya hanya Rp16.500.

“Bahkan, kalau menjelang bulan puasa atau hari raya Islam harganya melejit bisa mencapai Rp30 ribu per tabung. Sudah gitu barangnya susah didapat alias langka,” katanya.

Terpisah, salah seorang pengecer di Bayah yang tidak mau disebut nama mengaku menjual harga gas per tabung Rp26 ribu. Pengecer beranggapan, harga jual itu sudah sangat wajar. Alasanya harga yang dibelinya dari tingkat agen gas elpiji tiga kilogram sudah Rp18 ribu per tabung.

“Ini belum lagi ditambah ongkos angkutnya, jadi wajar saja kalau kami juga penjual ngambil keuntungan,” ujarnya.(WDO)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: