Sering Byarpet, Pelayanan PLN Rayon Malingping Dikeluhkan Pelanggan

MALINGPING, BANPOS – Pelayanan PLN rayon Malingping kerap dikeluhkan pelanggan di kawasan Lebak selatan (Baksel) dan Banten selatan (Bansel). Penyebabnya, jaringan listrik di wilayah itu sering mengalami byarpet (padam dan menyala secara berulang-ulang, red) dan terkesan dibiarkan karena tak pernah ada upaya menanganinya.

Seringnya pemadaman sepihak yang tidak kenal waktu itu jelas merugikan konsumen. Yang lebih mengecewakan, pihak PLN Malingping selalu tidak pernah melakukan klarifikasi terhadap setiap kejadian.

Seorang pemilik usaha fotokopi di Malingping, Aja Wiharja, mengaku bukan hanya usahanya yang terganggu karena seringnya terjadi padam listrik di wilayah itu. Karena, dirinya juga harus menanggung kerugian, akibat kerusakan mesin fotokopi yang diakibatkan listrik yang byarpet.

“Sering padam itu bukan hanya mengganggu usaha, tetapi telah juga merusak hampir semua peralatan elektronik dagang saya, mesin fotokopi ini sering diservis karena jaringan selalu tidak normal, harusnya pihak PLN bertanggungjawab dong, karena ini bukan hanya saya yang mengalami, tapi hampir semua pelanggan,” ujar Aja.

Sementara Hida Nurhidayat, pegawai di kecamatan Wanasalam kepada BANPOS mengaku jengkel dengan sikap acuh tak acuh PLN Malingping. Katanya, selevel PLN harusnya punya itikad baik kepada pelanggan, minimal kalau ada gangguan atau akan ada pemadaman setidaknya memberitahukan kepada pelanggan.

“Sejak 2014 hingga sekarang, pihak PLN sama sekali belum pernah melakukan klarifikasi kepada pelanggan, mereka seperti cuek dan tidak menggubris keluhan pelanggan. Jadi dimana letak tanggungjawabnya, justru ini bisa memicu konflik sosial,” ujar Hida.

Data pelayanan jaringan di Rayon PLN Malingping menyebut, di area kerja PLN Rayon Malingping jaringannya mencakup 17 kecamatan se-Banten selatan (Meliputi Lebak bagian selatan dan Pandeglang selatan) yang selama ini selalu diwarnai braypet setiap hari. Dalam sehari, pemadaman listrik di wilayah itu bisa mencapai lima hingga sepuluh kali.(WDO/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: