Cegah Cyber Crime, Polda Banten Bentuk Pendekar Sakti

Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dr. Dadang Herli Saputra / RULIE SATRIA

SERANG, BANPOS – Perkembangan teknologi komunikasi yang semakin canggih, telah memberikan peluang sekaligus tantangan yang menyebabkan perubahan pada pola kehidupan masyarakat modern.

Hal ini memberikan peluang bagi oknum untuk melakukan tindak kriminal, seperti tindakan penipuan melalui transaksi keuangan, penyesatan informasi yang berujung pada kerugian finansial maupun psikologis, teroris, bahkan digunakan juga untuk kejahatan berbasis politik yang disebut sara.

Selain itu, ada juga kasus kriminalitas yang menggunakan teknologi untuk isu pornografi bahkan prostitusi online, mengingat mudahnya akses internet bagi setiap orang termasuk anak di bawah umur.

Kabag Wassidik Ditreskrimsus Polda Banten AKBP Dr. Dadang Herli Saputra, yang ditemui BANTEN POS di ruangannya mengatakan bahwa, maraknya cybercrime adalah ancaman yang harus segera mendapatkan respon, dimulai dari karakter, modus operandi, pelaku, tempat kejadian perkara, dan siapa saja yang berpotensi untuk menjadi korban kejahatan.

“Cybercrime sendiri merupakan kejahatan yang sangat berbahaya sekali dan tingkat kesulitannya cukup tinggi, karena tidak mengenal batas wilayah. Sebab, baik pelaku maupun korban tidak harus berada pada lokasi yang sama,’’ ujar Dadang, Jumat (27/10).

Dadang menambahkan, hingga saat ini Polda Banten telah menerima laporan sebanyak kurang lebih 100 pengaduan dari korban, dengan berbagai modus operadi di berbagai wilayah di Provinsi Banten.

“Kalau dilihat dari grafik cybercrime dari tahun ke tahun di Provinsi Banten, terus menunjukan peningkatan. Kalau di tahun 2012 saja hanya ditemukan 10 kasus yang ditemukan, maka di tahun ini sudah mencapai 100 laporan yang kita terima dan ada juga beberapa pelaku yang berhasil kita amankan. Bahkan, ada yang sampai P21 dengan ancaman pidana 4-6 tahun penjara,” ungkap Dadang.

Dadang menerangkan, banyaknya temuan-temuan cybercrime yang didapat, membuat dirinya bergerak membuat inovasi untuk cara penanggulangan dan pecegahan terjadinya kejahatan yang menggunakan teknologi tersebut, yang diberi nama Pendekar Sakti (Cyber Crime).

“Pendekar Sakti ini merupakan singkatan dari Penanggulangan Dengan Keterpaduan Antisipai dan Responsif Sasaran Kejahatan Teknologi Informasi (Cyber Crime). Dimana nantinya, tim dari Pendekar Sakti akan memberikan penyuluhan-penyuluhan bahayanya cybercrime ini ke sekolah-sekolah, masyarkat dan lainnya, agar tidak menjadi pelaku maupun menjadi korban,”terang Dadang.

“Selain memberikan penyuluhan ke sekolah mau pun masyarakat, kita juga memberikan pelatihan-pelatihan ke setiap polres di wilayah Provinsi Banten. Ini gunanya agar nanti masyarakat ada yang menjadi korban, bisa langsung melapor ke Polsek setempat,” Dadang menambahkan.

Dadang menghimbau, agar masyarakat harus hati-hati dalam menggunakan media sosial atau internet dengan bijak, sehingga jangan sampai dengan sengaja melakukan tidak pidana maupun menjadi korban. (RUL)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: