Oknum Guru dan Bendahara Dindikbud Terkena OTT

Seorang wartawan mengambil gambar salah satu ruangan juru bayar yang disegel oleh tim Saber Pungli Satreskrim Polres Serang Kota di Kantor UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Selasa (24/10/2017).

SERANG, BANPOS – Sepertinya tidak ada kapok bagi para ASN di Kota Serang untuk melakukan perilaku pungutan liar. Belum hilang dari ingatan masyarakat saat Tim SABER Pungli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan oleh oknum Dishub Kota Serang. Hari Selasa, (23/10), kembali Tim SABER Pungli melakukan OTT, saat ini yang terkena adalah oknum dari UPT Dinas Pendidikan Taktakan Kota Serang.

Dari rilis yang diberikan oleh Kabag Humas Polda Banten, AKBP Zainudin, dinyatakan bahwa OTT ini menangkap dua orang ASN yang diduga merupakan pelaku pungli tersebut, yaitu AS yang beprofesi sebagai ASN Guru Kota Serang, dan EP yang berprofesi sebagai Bendahara UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kecamatan Taktakan Kota Serang.

Adapun modus pungli yang dilakukan oleh kedua ASN tersebut adalah, dengan menarik biaya kepada guru-guru yang berniat untuk melakukan pinjaman ke Bank BJB.

“Peran saudara EP yaitu membuat komitmen dengan para guru yang mengajukan pinjaman dengan komitmen sebesar Rp1 juta-Rp1,5 juta apabila pinjaman cair,” jelas Zainudin melalui rilis yang diberikan kepada media.

Dinyatakan, EP yang menerima uang hasil potongan dari pinjaman yang cair tersebut, dengan cara memerintahkan kepada AS untuk mengambil uang komitmen dari para guru yang mengajukan pinjaman.

“AS ditangkap di halaman kantor UPT Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Taktakan Kota Serang saat menerima uang dari saudara M sebesar Rp1,5 juta dan dari saudara A sebesar Rp400 ribu,” tambahnya.

Menurutnya, sebelum itu, AS sudah menyerahkan kepada EP, uang yang diberikan oleh A sebesar Rp600 ribu. Adapun ditetapkan 4 orang saksi dalam kasus pungli tersebut.

“Pengakuan saudara AS, diperintahkan oleh saudara EP untuk memungut uang setiap guru yg akan mengajukan pinjaman ke BJB, dan pada saat akan diamankann saudara AS akan menyerahkan uang tersebut ke saudara EP,” tambahnya.

Diduga pelaku melanggar pasal 12 e UU RI no. 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Sedangkan untuk barang bukti, diamankan uang tunai sebesar Rp1.900.000, satu buah handphone merek Samsung, dan dua buah amplop warna putih yang diduga berisi uang.
Hingga saat berita ini ditulis, Tim SABER Pungli masih melakukan gelar perkara.(PBN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: