Anak Perusahaan PT Semen Gresik Dituding Beroperasi Secara Ilegal

Ilustrasi PT SGG. (NET)

SERANG, BANPOS – Anak perusahaan PT Semen Gresik, PT Semen Gresik Grup (SGG), yang bergerak di bidang batching plant di Kota Serang dituding ilegal. Pasalnya, perusahaan penghasil campuran beton ready mix itu beroperasi di kawasan yang bukan semestinya.

Berdasarkan pantauan BANPOS, perusahaan yang merupakan anak usaha dari perusahaan BUMN itu beroperasi di Jalan Raya Serang Pandeglang KM 4,5, tepatnya di Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang. Dalam peraturan daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang, kawasan itu seharusnya merupakan kawasan permukiman dan perkantoran.

Menanggapi hal itu, Anggota Forum Kerja Wartawan dan LSM Provinsi Banten, Hamim Rohener menuding aktivitas PT SGG illegal. Karena, menurutnya tidak mungkin Pemkot Serang menerbitkan ijin untuk perusahaan yang menyalahi regulasi soal RTRW. Bila pun Pemkot Serang menerbitkan ijin, maka ijin itu dipastikan bermasalah karena bertentangan dengan regulasi yang ditetapkan oleh Pemkot sendiri.

“Apalagi sebelumnya, pabrik batching plant PT SGG ini sempat disegel karena permasalahan ijin. Waktu itu terungkap PT SGG tidak mendapat ijin karena belum mendapat rerkomendasi dari Bappeda maupun instansi lainnya yang terkait dengan perijinan,” kata Hamim.

Atas kondisi itu, Hamim mendesak Pemkot Serang bertindak tegas dalam menegakkan aturan. Pasalnya, pelanggaran seperti ini justru berpotensi menyebabkan gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Apalagi, selama ini banyak masyarakat yang mengeluhkan kehadiran batching plant tersebut.

“Keluhan masyarakat adalah soal jalan rusak karena dilalui kendaraan pengangkut coran milik PT SGG. Salah satunya adalah di akses masuk Kampung Calincing yang rusak. Ketika ditambal juga membuat jalan menjadi tidak nyaman dilalui,” kata Hamim.

Terpisah, Kepala Operasional PT SGG, Adi Sulistyo mengaku tak tahu menahu urusan perijinan dari perusahaan tersebut. Ia mengelak bahwa dirinya hanya bertugas menjalankan operasional dan produksi sebagaimana ditetapkan manajemen perusahaan tersebut.

“Kalau untuk urusan ijin itu ada di bagian legal. Kalau mau nanti bisa ditanyakan ke bagian tersebut,” elak Adi kepada wartawan ketika dikonfirmasi, Senin (16/10).(NED/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: