Dua Bulan Buron, Pemuda Pengangguran Dibui Polisi Karena Gagahi Kenalan Facebook

Tersangka SA menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Tigaraksa. Pemuda pengangguran itu terancam hukuman selama 15 tahun penjara.FOTO TNC

TIGARAKSA, BANPOs — Setelah hampir dua bulan buron, pemuda pengangguran benisial SA (20) akhirnya dijebloskan ke sel Mapolsek Tigaraksa. Sebelumnya, SA masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Tigaraksa dalam kasus dugaa pencabulan terhadap gadis berusia 16 tahun di Desa Pasir Bolang, Kecamatan Tigaraksa.

Kapolsek Tigaraksa, Kompol Dodid mengungkapkan, tersangka mengajak korban bertemu melalui media sosial (Medsos) Facebook pada Minggu 09 Juli 2017. Kemudian pada hari Senin 10 Juli sekitar jam 09.00 pagi, tiba-tiba tersangka memanggil korban dari samping rumah korban. Lalu korban keluar rumah dan menghampiri tersangka yang kemudian menanyakan maksud kedatangan tersangka.

Setelah itu tiba-tiba tersangka menarik paksa pergelangan tangan kiri korban menuju belakang rumah korban. Melihat kondisi suasana belakang rumah dalam keadaan sepi, pikiran mesum pun muncul. Setelah itu tersangka melakukan tindakan pencabulan kepada korban. Puas melampiaskan hasrat syahwatnya, pemuda bajat itu pulang dan meninggalkan korban di belakang rumah.

Setelah aksi pertamanya berhasil, tersangka ketagihan. Ia kembali mendatangi rumah korban dua hari kemudian dan kembali mengulang perbuatan aib tersebut. Peristiwa yang terjadi pada Juli 2017 itu, akhirnya dilaporkan orangtua korban ke Mapolsek Tigaraksa.

Namun tersangka bukannya bertanggungjawab justru melarikan diri. “Kedua kejadian tersebut terjadi di belakang rumah korban di Desa Pasir Bolang Kecamatan Tigaraksa,” kata Kapolsek kepada wartawan, kemarin.

Kanit Reskrim Polsek Tigaraksa, Ipda Dedi Ruswandi menambahkan, setelah dua bulan menjadi target pencarian polisi, tersangka berhasil dibekuk dan digeladang ke Mapolsek Tigaraksa. Polisi pun mengumpulkan sejumlah barang bukti, diantaranya pakaian yang digunakan korban saat melakukan aksi menyetubuhi gadis dibawah umur tersebut, serta menghimpun keterangan dari korban serta orangtua korban.

Dedi mengatakan, tersangka berhasil ditangkap setelah polisi berhasil menggunakan akun Facebook seorang perempuan cantik yang meminta berteman dengan tersangka di sosial media tersebut. Ketertarikan tersangka pada paras cantik teman barunya di Facebook itu membuatnya tak bisa menolak saat diajak bertemu. Saat itu, petugas pun membekuknya.

“Setelah dua bulan buron, tersangka akhirnya berhasil kami tangkap. Tersangka kami jerat dengan Pasal 81 atau Pasal 82 UU No 35/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tegas Dedi.

Sementara tersangka SA mengaku mengenal korban dari Facebook. “Lalu sering chatting, terus mulai akrab dan mulai saya rayu, akhirnya dia mau sama saya,” ujar pemuda pengangguran tersebut.

Setelah semakin akrab, ia pun semakin intens meluncurkan rayuan gombal kepada gadis tersebut sampai akhirnya tak kuasa menahan hasrat ingin bertemu. Ia kemudian menyambangi rumah gadis tersebut di Desa Pasir Bolang, Tigaraksa.

“Saya tanya sama dia (korban), mau enggak membuktikan kesetiaan ke saya? Terus saya ajak begituan, ternyata dia mau. Saya juga enggak tahu kalau dia baru 16 tahun,” kata SA membela diri. “Saya panik, makanya saya pergi ke rumah bibi,” tukasnya. (dit/odi/BNN)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: