Masuk Musim Hujan, BPBD Pandeglang Bukan Takut Banjir

PANDEGLANG, BANPOS – Saat ini wilayah Pandeglang telah memasuki musim hujan dengan curah hujan masih dalam intensitas sedang dan bervariatif. Dalam kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang mewaspadai adanya bencana tanah longsor, terutama di daerah di dataran tinggi.

“Saat ini hujan variatif, ada yang sedang bahkan ada yang lokal. Tetapi semua daerah sudah turun hujan, hanya intensitasnya yang berbeda. Tapi yang dikhawatirkan sekarang bukan banjir, tetapi tanah longsor,” ujar Kepala BPBD Pandeglang, Dadi Supriadi, Jumat (13/10/2017).

Dia menjelaskan, bencana longsor saat ini rentan terjadi pasca melewati musim kemarau. Tanah-tanah yang sempat mengering dan menimbulkan keretakan, menjadi celah yang leluasa dimasuki air, sehingga membuat kontur tanah menjadi lemah dan labil sehingga mudah longsor.

“Setelah musim kering, banyak tanah yang retak-retak. Air hujan yang masuk itu bisa bikin tanah jadi lemah karena tidak ada perekat. Daerah-daerah yang rentan dilanda tanah longsor, meliputi Kecamatan Pandeglang, Cadasari, Pulosari, dan Mandalawangi. Daerah itu kan banyak perbukitan,” bebernya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, BPBD telah mengingatkan warga yang tinggal di lereng bukit dan pegunungan untuk selalu waspada, terutama saat hujan turun.

“Dari awal kami ingatkan masyarakat untuk waspada, terutama yang berpotensi longsor setelah musim kemarau. Kami juga selalu kasih peringatan lewat media massa,” tambah mantan Kepala ULP Pandeglang itu.

Selain tanah longsor, potensi bencana lain yang harus diperhatikan yakni puting beliung. Berbeda dengan tanah longsor, bencana jenis ini lebih rentan terjadi di daerah pesisir pantai, seperti di Kecamatan Panimbang, Sukaresmi, Sindangresmi, dan Pagelaran.

“Karena angin puting beliung terjadi di Pandeglang, bermula dari hembusan angin laut. Hal ini sudah terjadi di Kecamatan Panimbang yang menghantam 20 kios milik pedagang beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Sedangkan lanjut Dadi, puncak musim hujan baru akan terjadi pada bulan November hingga awal tahun mendatang.

“Perkiraan BMKG puncak musim hujan baru terjadi November. Biasanya sampai awal tahun, sekitar Januari,” kata Dadi.

Menghadapi berbagai potensi bencana yang akan terjadi pada musim hujan ini, BPBD telah menyiagakan berbagai peralatannya. Hanya saja, BPBD masih kekurangan logistik bahan makanan.

“Persiapan mitigasi dari kami sudah siap mulai dari peralatan dan perahu karet juga. Hanya mungkin logistik yang mulai menipis. Tetapi sudah diajukan ke BPBD Provinsi Banten. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, kebutuhan tersebut bisa terpenuhi,” tutup Dadi.(ZIS/SEP)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: