JCI Indonesia Dorong Resolusi Perdamaian Rohingya Myanmar

jci indonesia

M Hadi Nainggolan selaku National Vice President JCI Indonesia yang juga CEO GiGroup (tengah jas hitam) saat menghadiri Regional NGO Strategic Meeting On the ROHINGNYA ISSUE di Kuala Lumpur, Malaysia. (IST)

BANPOS – JCI Indonesia ikut menjadi bagian dalam “Regional NGO Strategic Meeting On the ROHINGNYA ISSUE”, yang dihadiri oleh 10 negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Inggris, Prancis, India, Banglades, Turki, Thailand, Singapore dan Myanmar. JCI Indonesia adalah salah satu organisasi pemuda yang dari awal tetap konsen untuk terus mendorong agar hadirnya perdamaian di Rohingnya Myanmar.

JCI Indonesia menilai, jika zaman sudah modern dan sudah tidak boleh lagi ada genosida di belahan bumi manapun. Semua konflik atas nama ras, agama, suku dan antar golongan (SARA) harus dihentikan. Demikian sebagaimana dikemukakan National Vice President JCI Indonesia, M Hadi Nainggolan dalam siaran persnya dari Kuala Lumpur, Malaysia.

“Pada forum meeting strategic tentang Rohingnya ini sendiri mebahas secara konfrehensif tentang “In Solidarity With Rohingnya For Justice And Peace”, mulai dari pandangan dari berbagai Negara dan NGO tentang konflik Rohingnya, International Resolutions and declaration on Rohingnya Issue, The current status and recent development, Developing a strategic action plan Regional and International Initiatives serta pembahasan yang lainnya,” tutur M Hadi Nainggolan yang juga CEO GiGroup tersebut di dampingi Febry Syahputera Vice President JCI Jakarta.

Di tempat terpisah, National President JCI Indonesia, Jandi Mukianto mengatakan, jika pihaknya akan terus mengkampanyekan perdamaian, khususnya kepada para generasi muda.

“Kami mengajak semua pemuda dunia untuk yakin, bahwa menciptakan perdamaian adalah hal yang pasti dapat dilakukan, mulai dari hal kecil. Ini yang menjadi perhatian Indonesia kepada etnis minoritas yang ada di Myanmar. Karena sudah menjadi nilai yang dijunjung bangsa Indonesia untuk melindungi minoritas dari kesewenang-wenangan,” terang Mukianto.

Seruan perdamaian yang dikampanyekan JCI Indonesia, sebagaimana konstitusi Indonesia. Atas dasar itulah, pihaknya terlibat aktif dalam resolusi perdamaian di Rohingya, Myanmar.

“Konstitusi Indonesia juga sudah jelas dan tegas mengakatan bahwa semua penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusian dan keadilan, serta konstitusi Indonesia juga terang menjelaskan bahwa Indonesia harus turut serta dalam menciptakan perdamaian dunia, inilah adalah satu dasar JCI Indonesia terus aktif dan massif mengkampanyekan Peace Is Possible demi terwujudnya perdamaian dunia lebih baik lagi,” tukasnya.

Acara Regional NGO Strategic Meeting On The Rohingnya Issue tersebut, dilaksanakan sejak tanggal 2-3 Oktober 2017 di Gedung International Youth Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. Forum meeting regional antar negara ini sendiri di fasilitasi oleh Majelis Belia Malaysia, Malaysian Concultative Council of Islamic Organization dan International Youth Centre Malaysia.(SEN/EKY)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: