Waduh, Daging di Pasar Tradisional Banyak Mengandung Bakteri

Ilustrasi penjual daging sapi.

CILEGON, BANPOS – Kepala Seksi Pelayanan dan Pengujian Kesehatan masyarakat veteriner pada Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten Dadan Iskandar menyatakan, selama ini pihaknya masih menemukan banyak bakteri yang terkandung dalam daging sapi maupun daging ayam yang dijual di pasar tradisional. Kondisi tersebut, menjadi perhatian khusus pemerintah untuk mengantisipasi hal buruk terjadi kepada masyarakat.

“Saat kita mengambil sampel daging merah atau daging sapi maupun daging ayam salah satu pedagang di pasar tradisonal di Serang maupun di Cilegon, memang masih banyak bakteri di dalam daging tersebut,” kata Dadan kepada BANPOS usai melakukan pembinaan Hygiene Sanitasi produk hewan di Aula Pasar Kranggot, Kota Cilegon, Kamis (28/9/2017).

Ia menambahkan, penyebab adanya bakteri yang ada di dalam daging sapi dan daging ayam tersebut, karena, hampir semua pedagang mencampur bahan kimia di dalam daging. Peralatan yang kurang higenis tersebut membuat banyak bakteri masuk kedalam daging.

“Kita tidak tinggal diam begitu saja dengan kondisi tersebut. Untuk itu, kita akan gencar melakukan sosialisasi kepada pedagang hewan untuk tetap mengedepankan kebersihan peralatan yang mereka miliki,” tambahnya.

Meski masih banyak ditemukan bakteri didalam daging merah/daging ayam tersebut, Dadan masih belum menemukan adanya masyarakat yang meninggal akibat mengkonsumsi berlebihan pada daging yang mengandung bakteri tersebut.

“Sejauh ini, kita masih belum temukan masyarakat yang meninggal dunia akibat mengkonsumsi makanan tersebut,” ujarnya.

Ia menuturkan, sesuai dengan UU. No. 7/1996 tentang Pangan dan UU. No.8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, pedagang harus mampu melindungi hak-hak konsumen yang berkaitan dengan keamanan pangan agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Sesuai dengan Undang-undang yang ada, para pedagang yang menjual daging merah harus mengedepankan ASUH (Aman, Sehat, Utuh dan Halal). Semua hal ini sangat-sangat penting diterapkan oleh pedagang agar terhindar dari berbagai hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.(UEA/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: