PDAM Salurkan Air Bersih di Enam Kecamatan

bantuan air bersih pdam tirta berkah pandeglang, kekeringan pandeglang

Warga terpaksa harus antre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari PDAM Tirta Berkah Pandeglang. Foto diambil baru-baru ini. ABDUL AZIZ/BANTENPOS

PANDEGLANG, BANPOS – Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang, telah menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 35 tangki ke sejumlah desa yang dilanda kekeringan sepanjang musim kemarau tahun 2017.

Kabag Pembinaan Langganan PDAM Pandeglang, Euis Yuningsih mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan kepada enam kecamatan yang sedang mengalami kekeringan. Hal tersebut dilakukan karena pihak masyarakat di enam kecamatan tersebut mengalami kekeringan parah dalam satu bulan terakhir ini.

“Kami sudah berikan bantuan air bersih di Kecamatan Patia, Panimbang, Sukaresmi, Picung, Pandeglang sama Kecamatan Bojong. Semuanya sudah di kirim, total pengiriman sampai hari ini mencapai 35 tangki,” kata Euis Yuningsih kepada BANPOS, Minggu (24/9/2017).

Direktur PDAM Tirta Berkah Pandeglang, Ujang Sumawinata menjelaskan, PDAM selalu memantau wilayah kekeringan selama 24 Jam. Akan tetapi, PDAM hanya diberi kewenangan untuk memegang empat kecamatan yang terkena dampak kekeringan.

“Wilayah selatan kami yang mendistribusikan air. Sedangkan untuk wilayah utara BPBD, jadi kami bagi tugas,” ungkapnya.

Ujang membenarkan perihal keterbatasan armada, menjadi kendala terbesar dalam penyaluran bantuan air bersih. Padahal sumber mata air yang dimiliki mampu menghasilkan air dengan kapasitas yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kami di PDAM, hanya punya 3 mobil. 2 di Pandeglang dan 1 lagi di Labuan. Itu pun kan harus dibagi untuk mengirim pesanan pelanggan juga,” keluh Ujang.

Sementara itu Ketua DPRD Pandeglang, Gunawan mengaku sudah mengingatkan pihak terkait untuk mengantisipasi masalah kekeringan. Dirinya pun berupaya menjalin koordinasi secepat mungkin dengan Wabup dan PDAM.

“Untuk kekeringan jauh-jauh hari saya sudah ngomong. Alhamdulilah sudah dibantu keinginan masyarakat,” ujarnya.

Perihal terbatasnya armada pengangkut air saat ini, dewan akan mengkaji terlebih dahulu bentuk bantuan yang akan diajukan ke Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Selama itu aturannya masih bisa dan permohonannya apa, coba lihat dulu kita ke BUMD itu bentuknya apa, kayak kemarin kita pinjam pakai,” ucapnya.(ZIS/SEP/EKY)

Sumber : Koran BANTEN POS hari ini

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: