BNNK Cilegon Incar Pengedar Obat Terlarang

bnnk cilegon, sat reskoba polres cilegon, tramadol, polres cilegon

Petugas gabungan dari BNNK Cilegon dan Sat Reskoba Polres Cilegon berhasil mengamankan 76 lempeng obat jenis tramadol dari salah satu kios vape di kawasan PCI, Kelurahaan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Jumat (22/9/2017) lalu. ELFRIDA ULY ARTHA/BANTENPOS

CILEGON, BANPOS – Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon tengah memantau sejumah tokoh obat dan kosmetik yang disinyalir mengedarkan obat-obatan terlarang atau obat dengan dosis tinggi tanpa resep dokter. Ada 4 toko yang masuk dalam pantauan BNNK Cilegon.

Masing-masing toko obat dan kosmetik tersebut berlokasi di Bojonegara, Kabupaten Serang, di Jalan Lingkar Selatan (JLS) dan dua toko di sekitar Merak. Empat lokasi tersebut merupakan dari hasil pengembangan dan informasi yang diterima BNN dari masyarakat Cilegon yang resah dengan adanya peredaran obat-obatan terlarang.

Kepala BNNK Cilegon, AKBP Asep Muhsin Jaelani mengungkapkan, dari hasil pengembangan yang dilakukan, pihakya telah menargetkan 6 titik lokasi yang disinyalir tingkat peredaraan Narkoba tinggi.

“Kalau di Merak, modusnya seperti membuka toko kosmetik tapi di dalamnya ada beberapa obat-obatan. Untuk yang di lingkar itu (JLS, red), dia memiliki kios tapi kios tersebut tidak memiliki papan nama dan sistem penjualanya juga tersembunyi. Sedangkan untuk di Bojonegara itu, juga sama membuka toko obat,” kata AKBP Asep kepada BANPOS, Minggu (24/9/2017).

Ia memaparkan, keberadaan obat-obat seperti tramadol dan hexymer yang beredar di kalangan pelajar selama dua bulan ini sudah cukup meresahkan. Tercatat, ada kasus 25 pelajar yang diketahui mengonsumsi obat-obatan itu.

Dengan adanya pengembangan kasus itu, peredaraan obat-obatan di Kota Cilegon dapat diminilaisir. Sehingga, Kota Industri Cilegon bebas dari penyelahgunaan dan peredaran obat-obatan terlarang.

“Untuk itu, kita ingin masyarakat bisa lebih perduli terhadap adanya penyalahgunaan narkoba yang mulai beredar di Kota Cilegon,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, jika petugas gabungan dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon, Sat Reskoba Polres Cilegon dan Bakesbangpol berhasil mengamankan 76 lempeng obat terlarang dari salah satu kios rokok elektrik atau vape di kawasan Pondok Cilegon Indah (PCI), Kelurahaan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon.

Berdasarkan informasi yang dihimpun BANPOS, pengerebekan dimulai pukul 17.00 WIB. Dalam penggerebekan itu yang berlangsung sekitar 15 menit itu, pemilik kios tidak dapat berkutik ketika gabungan menemukan puluhan lempeng obat-obatan tanpa resep dokter.

Kasat Reskoba Polres Cilegon, AKP Dedi Hermawan mengatakan, pengerebekan itu bermula dari laporan masyarakat sekitar yang merasa resah dengan peredaran obat-obatan terlarang tersebut.

“Dengan adanya laporan dari masyarakat ini kita langsung membuat tim untuk langsung melakukan pengerebekan di tempat ini dan hasilnya, kita berhasil mengamankan seorang pria yang menyembunyikan obat-obatan terlarang tersebut di dalam tas,” ungkap AKP Dedi kepada BANPOS, Jumat (22/9/2017) lalu.

Tersangka langsung dibawa ke kantor BNNK Cilegon untuk diproses lebih lanjut.

“Tentu kita akan meminta keterangan dari dia secara pasti obat-obatan tanpa resep dokter ini dari mana. Terus kita dalami kasus ini agar bisa sampai hingga akarnya,” ujarnya.

Hingga kini pihaknya masih belum mengetahui obat terlarang itu diperoleh dari mana dan diedarkan kemana saja. Namun kuat dugaan obat eksimer itu dijual bebas di kalangan pelajar dan masyarakat umum.

“Soal peredaran obatnya sudah sampai ke kalangan pelajar. Tapi, kita akan dalami dulu kasus ini dengan meminta keterangan dari pelaku,” ucapnya.

Apabila pemilik terbukti menjual heximer dengan bebas, maka akan bisa dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009.

“Kalau terbukti, pemilik akan dihukum 15 tahun penjara,” tandasnya.(EUA/EKY)

Sumber : Koran BANTEN POS hari ini

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: