Kesombongan Menutup Hatimu dari Kebenaran !

Ketika seorang hamba menyombongkan dirinya, maka Allah akan memalingkan hatinya dari kebenaran. Jika Allah telah memalingkan hati seseorang, siapa yang mampu mengembalikan hati itu menuju kebenaran?

سَأَصْرِفُ عَنْ آيَاتِيَ الَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَإِنْ يَرَوْا كُلَّ آيَةٍ لَا يُؤْمِنُوا بِهَا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِنْ يَرَوْا سَبِيلَ الْغَيِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا

“Akan Aku palingkan dari tanda-tanda (kekuasaan-Ku) orang-orang yang menyombongkan diri di bumi tanpa alasan yang benar. Kalaupun mereka melihat setiap tanda (kekuasaan-Ku) mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak (akan) menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka menempuhnya.” (QS.Al-A’raf:146)

Setiap pembangkangan berawal dari kesombongan. Siapa yang tak mengenal Iblis? Makhluk Allah yang pernah mendapat julukan “burung meraknya para malaikat” karena ibadahnya yang luar biasa. Namun karena setitik kesombongan, ia menolak bersujud kepada Adam dan menjadi makhluk yang paling celaka dan terkutuk.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam!” Maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan yang kafir. (QS.Al-Baqarah:34)

Begitu juga dengan Fir’aun. Kesombongan telah menyelimuti hatinya hingga ia menolak kebenaran yang tampak dihadapan mata, bahkan mengaku dirinya sebagai tuhan tertinggi

فَقَالَ أَنَا رَبُّكُمُ الْأَعْلَىٰ

(Seraya) berkata, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (QS.An-Nazi’at:24)

Sekali lagi setiap penolakan berawal dari kesombongan. Para penentang kebenaran tau bahwa para nabi membawa kebenaran yang nyata, namun kesombongan telah menutup hati mereka. Dengan gamblang Al-Qur’an menceritakan bahwa para penolak kebenaran pasti dari kelompok yang menyombongkan diri,

قَالَ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا إِنَّا بِالَّذِي آمَنْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.” (QS.Al-A’raf:76)

قَالَ الْمَلَأُ الَّذِينَ اسْتَكْبَرُوا مِنْ قَوْمِهِ

“Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaum Syuaib berkata…” (QS.Al-A’raf:88)

Bumi tidak pernah kosong dari manusia-manusia congkak. Di zaman Nabi Muhammad saw banyak sekali kelompok yang menolak kenenaran, walaupun hati mereka sangat yakin akan kebenaran yang dibawa Rasulullah saw. Tapi kesombongan mampu menundukkan keyakinan mereka.

وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

“Dan mereka mengingkarinya karena kezhaliman dan kesombongannya, padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS.An-Naml:14)

Semoga Allah mensucikan hati kita dari kesombongan dan bangga diri. Karena kehancuran kita berawal dari penyakit ini.

Sumber: Khazanah Alquran.

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: