Keren! Mantan TKI Ini Jadi Anggota Bawaslu Banten

SERANG, BANPOS – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Banten telah secara resmi dilantik. dari ketiga komisioner tersebut nama Didih M Sudi terpilih menjadi ketua. Selain nama Didih terdapat satu nama lain yang tidak asing dan cukup menarik perhatian, yaitu Nuryati Solapari, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia usai mendapatkan gelar Doktor di ilmu hukum.

Nama Nuryati Solapari memang sudah tidak asing lagi di Indonesia, terlebih di dunia pemberdayaan wanita dan tenaga kerja indonesia. mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi tersebut memang terkenal paling depan dalam memperjuangkan TKI.

Satu tahun yang lalu, Nuryati Solapari kembali menghebohkan masyarakat, lantaran perjuangannya meraih pendidikan, yang dimulai dari bekerja sebagai TKI, hingga berhasil menyabet gelar doktor dari Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (Unpad). Alhasil Nuryati Solapari menuai decak kagum hingga menjadi motivasi setiap orang yang mendengar kisahnya. Tidak hanya sekedar bergelar doktor, Nuryati Solapari pun lulus dengan predikat memuaskan setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang guru besar FH Unpad tersebut.

Perjalanan wanita kelahiran subang 38 tahun lalu tersebut berawal seusai menyelesaikan sekolahnya di SMA Prisma Kota Serang sebagai lulusan terbaik. Memiliki keinginan melanjutkan pendidikan lebih tinggi namun terbentur biaya, akhirnya Nuryati Solapari memutuskan bekerja sebagai TKI di Arab Saudi pada tahun 1998, tiga tahun bekerja keras akhirnya pada tahun 2001 Nuryati kembali ke Indonesia untuk menlanjutkan pendidikannya di tingkat perguruan tinggi.

Meski telah berhasil mengumpulkan uang hasil jerih payahnya selama menjadi TKI, selama menuntut ilmu sarjana hukum Untirta, dirinya tetap meluangkan waktu bekerja paruh waktu di salah satu rumah makan dekat kampus untuk menutupi biaya hidupnya sehari-hari.

Seakan tidak ada puasanya, usai menyabet gelar Sarjana Hukum Untirta, dirinya melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Jayabaya, kemudian berakhir pada gelar doktor hukum unpad. Kendati sudah pada puncak gelar akademik yang diperolehnya, tidak membuat Nuryati Solapari yang akrab disapa Bunda Nur tersebut melupakan perjalanannya.

Wanita yang saat ini bekerja sebagai dosen Untirta tersebut, memiliki keinginan kuat untuk merubah nasib para TKW maupun TKI. Mengingat pengalamannya selama menjadi TKI, dirinya tergerak untuk menjadi aktivis sosial yang memperjuangkan hak-hak TKW Indonesia. Bahkan dirinya berupaya mensejahterakan TKW dengan memberikan bekal keterampilan agar dapat mandiri seusai menjadi TKI dari luar negeri dan mampu berusaha dan berkarya di negara sendiri.

Baru-baru ini nama Nuryati Solapari kembali menghebohkan masyarakat, bukan karena gerakaan barunya dalam bidang kesejahteraan TKI, namun namanya masuk dalam salah satu dari tiga nama komisiner Bawaslu Provinsi Banten. TKI bergelar doktor yang selama ini dikenal sebagai pejuang kesejahteraan TKW kini menjadi penegak hukum, keberlangsungan demokrasi di Provinsi Banten.

Nuryati Solapari, mengungkapkan keputusannya untuk masuk sebagai Komisione Bawaslu agar dapat turut serta mengawal penegakan berdemokrasi di Indonesia khususnya di Provinsi Banten. Dirinya ingin menunjukan bahwa perempuan dapat memiliki sentuhan tersendiri dalam menegakan aturan berdemokrasi.

“Meskipun wanita terlihat lembut, tapi memiliki sentuhan berbeda, ini juga agar wanita dapat berperan dalam penegakan demokrasi yang bersih,” ujar Nuryati Solapari.

Dengan ditetapkan dirinya sebagai komisioner Bawaslu tentu saja membuat Nuryati Solapari harus meninggalkan seluruh organisasi aktivis sosial yang telah di bangunnya selama ini. Kendati demikian dirinya mengaku perjuangan dan keinginan awal memotivasi dan memberdayakan TKW tetap bisa dilanjutkan melalui lembaga Solapari yang telah sukses dibentuk olehnya.

“Menjadi komisioner Bawaslu kan harus benar-benar netral, jadi saya harus tinggalkan. Tetapi tetap dilanjutkan (lembaga Solapari) yang didelegasikan kepada pengurus,” pungkasnya.(DIK/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: