Fakta Mencengangkan di Balik BitCoin

Ilustrasi

Ilustrasi

BANPOS – Dalam kurun waktu beberapa tahun ini, BitCoin sedang tenar di seluruh kalangan menengah-ke atas, karena nilai mata uang tersebut, jika dirupiahkan bernilai sekitar Rp6 juta. Namun, di balik ketenaran mata uang virtual itu, ada banyak fakta menarik. Berikut beberapa fakta menarik di balik BitCoin.

Penciptanya Misterius
Hingga kini, penemu BitCoin masih misterius. Meski banyak yang beranggapan, bahwa penemu BitCoin diperkirakan berasal dari Jepang, Satoshi Nakamoto. Namun, Satoshi tidak pernah muncul ke permukaan.

Pada tahun 2014, Newsweek memuat sebuah cerita telah menemukan Satoshi. Mereka menyatakan, bahwa Satoshi adalah seorang insinyur pengangguran berusia 60 tahun, yang tinggal di pinggiran Los Angeles. Tapi banyak orang yang terlibat dengan BitCoin mengatakan, bahwa orang tersebut bukanlah Satoshi.

Teori lain yang diyakini banyak orang di komunitas BitCoin, Satoshi adalah orang Amerika keturunan Hungaria yang tertutup, dengan nick Szabo. Tapi, Szabo sendiri menyangkal hal itu, meski dia juga merupakan tokoh penting dalam sejarah BitCoin. Hingga kini, Satoshi belum pernah ditemukan identitas aslinya.

Menjamurnya ‘Pertambangan’ BitCoin
Untuk bisa mendapatkan BitCoin, bisa dilakukan dengan ‘menambang’. Biasanya menggunakan komputer dengan banyak kartu grafis canggih, agar pertambangan secara virtual dengan algoritma rumit dapat berjalan dan menghasilkan secara cepat. Kebanyakan penambang berasal dari negeri tirai bambu, Tiongkok. Namun, di beberapa negara, termasuk Indonesia, industri ini tengah dilirik oleh banyak pelaku usaha, karena keuntungannya yang melimpah.

Mudah Dicuri
Kendati BitCoin merupakan industri yang menjanjikan keuntungan berlimpah, namun dia memiliki kelemahan yang cukup mengkhawatirkan, karena imudah dicuri. Beberapa orang yang memiliki pengetahuan hacking yang baik, akan dengan mudah mencurinya pada penukaran mata uang BitCoin. Pencurian ini juga mudah dilacak oleh pihak berwajib, karena sulitnya menghilangkan jejak.

Sarana penipuan
Selain mudah dicuri, fakta menarik yang negatif dari BitCoin adalah banyaknya penipuan dengan kedok investasi. Penipuan investasi Bitcoin cukup sederhana dan mirip dengan skema Ponzi. Investor akan diberitahu, bahwa mereka dapat menerima hasil panen penambangan yang tidak masuk akal, namun pada akhirnya, mereka hanya membuang uang tersebut untuk si penipu.

Harga Tidak Stabil
Awal tahun ini, nilai BitCoin sempat menembus angka Rp11 juta, tapi mata uang virtual tersebut masih berfluktuasi dan cukup bergejolak. Oleh karena itu, dengan alasan ini, masih banyak orang atau pelaku usaha yang menolak pembayaran dengan BitCoin.

Bayaran Para Hacker
Pada bulan Februari 2016, rumah sakit Presbyterian Hollywood telah diretas dan sistemnya disandera untuk alat penukaran uang tebusan. Hacker tersebut meminta bayaran dengan mata uang Bitcoin, jika dirupiahkan bernilai hampir Rp200 juta. Karena Bitcoin tidak harus terdaftar pada pemerintahan manapun, dia telah menjadi mata uang yang populer untuk para peretas.

Pendanaan Teroris
Tahun 2014, seseorang yang menggunakan nama Amreeki memposting sebuah dokumen di WordPress, di mana dia menyatakan, bahwa sulit bagi sebagian besar pendukung ISIS untuk memberikan uang, karena peraturan ketat yang diberlakukan pemerintahan Irak. Cara yang paling memungkinkan adalah menggunakan BitCoin, yang tentu saja sulit dilacak. Bitcoin bisa menjadi game changer yang mungkin untuk pendanaan terorisme, karena anonimitasnya. Meskipun bisa dilacak, mata uang dapat dicuci dengan efektif melalui ‘pencampuran’ mata uang, yang tertuju pada kelompok terorisme tertentu, semisalnya ISIS.(JLT/EKY)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: