Kota Serang Rawan Kebakaran

SERANG, BANPOS – Memasuki musim kemarau daerah Kota Serang menjadi rawan kebakaran, karena mudahnya api menyala di daerah kering.

Kabid Satlinmas dan Pemadam Kebakaran, Buang Suherman mengatakan, sudah terjadi 42 kasus kebakaran di Kota Serang sepanjang tahun 2017. Dari awal January hingga 13 September. Kasus terbanyak terjadi pada Agustus dengan jumlah kebakaran mencapai 33 kasus.

“Terjadi peningkatan pada bulan-bulan ini, mungkin ada pengaruh kemarau juga,” ujarnya saat di konfirmasi melalu telepon seluler, Jumat (15/9).

Padahal, masih dikatakan Suherman, biasanya setiap bulan kasus kebakaran tidak mencapai lima kasus. Namun akhir -akhir ini, terjadi peningkatan yang signifikan. Seperti pada bulan Agustus 2017 terjadi 33 kasus, sedangkan bulan Agustus 2016 hanya 20 kasus saja. “Berarti meningkat 13 kasus kebakaran dan semuanya disebabkan tempatnya kering,” jelasnya.

Sementara pada bulan September, sambungnya, dari awal bulan sampai dengan tanggal 13 sudah terjadi 19 kasus kebakaran.

“Untuk penyebab kebakaran bermacam-macam, mulai dari korsleting listrik sampai kompor gas. Tetapi yang paling banyak karena pembakaran sampah mencapai 10 kasus,” ungkapnya.

Untuk rincian kasus kebakaran, sambungnya, dari January sampai Juli 2017 tidaklah signifikan. Seperti pada bulan Januari terjadi dua kasus kebakaran, Februari satu kasus, dan Maret empat kasus. Sementara pada April terjadi empat kasus kebakaran, Mei empat kasus, Juni tiga kasus, dan Juli dua kasus.

Adapun penyebab kebakaran, menurutnya, diduga akibat karena tabung gas satu kasus, akibat rokok dua kasus, lain-lain enam kasus, korsleting listrik delapan kasus, dan pembakaran sampah 14 kasus.

“Kerugian jiwa akibat kebakaran ada yang meninggal dunia satu orang dan luka berat satu orang, semuanya warga bukan petugas,” katanya.

Dilihat dari objek yang terbakar, kata Suherman, kebakaran membakar dua kendaraan, dua bangunan perumahan kompleks, empat bangunan perumahan biasa, lima bangunan industri, dan 23 bangunan lainnya. Sementara total kerugian yang diakibatkan kebakaran mencapai Rp1,07 miliar.

Dirinya menghimbau, bahwa di saat musim kemarau seperti sekarang masyarakat hendaknya lebih berhati-hati dalam menggunakan api, kususnya ketika membakar sampah. Ia meminta agar masyarakat tidak lengah ketika membakar sampah di tempat terbuka, ladang Ilalang yang kering hendaknya tidak segera dibakar karena dikhawatirkan akan membesar dan merembet ke mana-mana.

“Masyarakat harus sadar lingkungan dan jangan membakar sampah sembarangan,” tandasnya.(FEB/ENK)

Leave a Reply

%d blogger menyukai ini: